Kini ayah lima anak ini sudah menikmati kerja kerasnya membangun bisnis. Di usianya yang mulai senja, ia terlihat santai, karena ada anak-anak yang meneruskan usahanya.
“Ya sekarang tinggal menikmati saja, ada anak-anak,” katanya.
Apa kunci suksesnya? “Fokus,” jawabnya cepat.
Adi yang punya kesukaan traveling ini, mengaku banyak mengadopsi dari luar daerah, terutama Bali. Konsep restonya lebih banyak bernuansa alam, lantaran terlihat segar dan menyenangkan. Hanya bermodal tujuh juta Rupiah, kini omset bisnisnya yang menggurita menghasilkan miliaran Rupiah. Namun dia tak mau disebut pebisnis.
“Saya seniman,” tegasnya.
Ya, begitulah. Adi dulunya memang seniman. Dia pelukis yang paling rajin mengumpulkan para seniman daerah. Kini pun, berbagai karya seniman daerah banyak dipajang di sekitar area restonya. **
Penulis Yuli.S
Editor Yuli.S

















Discussion about this post