ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Kamis, Mei 14, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Komoditi

Diam-diam Kalbar Sudah Ekspor Pisang Beku

Sayang Tak Didukung Kualitas Produk

Matrabisnis by Matrabisnis
3 Maret 2022
in Komoditi
Reading Time: 3 mins read
A A
ADVERTISEMENT
Jenny Astari. POTO MATRA

ADALAH Jenny Astari, wanita bertubuh mungil yang telah melakukan ekspor pi­sang beku ke Amerika Serikat sejak ta­hun 2013 lalu. Dia didukung oleh Eddy, yang dulunya pengusaha jeruk. Gudang yang dulu digunakan Eddy untuk memasarkan buah jeruk ke luar Kalbar, kini dipakai Jenny mengolah pisang bekunya.

Lokasinya di Sungai Keran, Jalan Eko­nomi Kabupaten Bengkayang. Produksi pisang beku Jenny, dimulai di gudang ini dengan label perusahaan PT Hasil Kalimantan Sejahtera Bengkayang. Produksinya dalam ben­tuk kemasan, dinamainya steamed Saba Bananas Keep Frozen.

READ ALSO

BRIN Kembangkan Lembaran Jeruk Gamindo B

Stok Beras Nasional Naik 3,9 Juta Ton

Jenny bilang, awalnya tidak mudah memasuk­kan pisang beku ke Negara Paman Sam tersebut. Ia bahkan sempat ditolak. Mungkin kare­na aneh, ada pisang beku, hingga kon­sumen di Amrik itu enggan mencicip. Ketika itu, Jenny mengek­spor pisang bekunya se­banyak satu kontainer, isinya sekira sembilan ton. Jenny bilang, bisnis ini untungnya tipis.

“Dalam satu kilo pisang, yang bisa kita produksi hanya sekira setengahnya saja,” jelas Jenny.

Kali pertama kiriman pisang beku Jenny di Am­rik, tak ada yang mau mengonsumsinya. Sempat bingung mau dipasarkan ke mana, supermarket saja ogah dimasuki, akhirnya pisang-pisang beku itu dibagikan saja kepada para napi, cerita Eddy.

Eh, siapa nyana, pisang-pisang beku itu disan­tap lahap sama para tahanan, hingga ketagihan. Nah, promosi dari mulut ke mulut pun dimulai. Para pesakitan yang masuk bui itu, kerap minta dibelikan pisang beku. Akhirnya, lantaran penasa­ran, konsumen mulai mencicipnya, dan ketagihan juga. Lantas permintaan pun mulai mengalir.

Jenny kemudian mengirim kembali pisang-pi­sang bekunya, karena ada permintaan sekira 22 ton. Jenny pun mengekspor pisang bekunya se­banyak 9,750 ton dengan nilai Rp 265 juta. Meski keuntungannya tipis, karena dia harus menggaji karyawannya sekitar 35 orang.

ADVERTISEMENT

Sampai kiriman ke tiga kalinya, konsumen Amerika protes, dan minta pisang bekunya manis. “Selama ini memang kita kirim, ada yang kurang manis, karena ada yang belum matang benar, se­lain itu pisang-pisang yang kita beli dari petani di sini tidak semuanya berkualitas bagus, yakni yang isinya kuning bersih,” tutur Jenny.

ADVERTISEMENT

“Itulah sebabnya, kita sementara menghentikan ekspor, karena kondisi gu­dang produksinya seperti ini, masih harus dibenahi. Sebab selain Amerika, ada juga permintaan dari Jepang dan Singapura. Bahkan orang Singapura ingin ke sini meninjau gudang produksi kita,” tutur Eddy.

Asal tahu saja, negara-negara asing, seperti Amerika dan Singapura ter­bilang sangat ketat menerima barang-barang yang masuk negaranya, apalagi berupa produksi makanan. Yang pertama adalah higienis atau kebersihannya harus betul-betul terjaga, maka mereka biasanya melakukan kunjungan ke negara yang akan memasok produknya, guna meyakinkan kelayakan produk tersebut.

“Ini yang kita takutkan. Lihat saja kondisi gudang kita, masih belum rapi, begitu juga tingkat kebersihannya. Kalau mereka datang, pasti produk kita akan ditolak masuk,” jelas Eddy.

Dengan pertimbangan itulah, Jenny dan Eddy sepakat menghentikan semen­tara kegiatan pisang bekunya. Mereka akan merenovasi bangunan gudangnya, dengan bantuan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kal­bar, yang mengucurkan bantuan senilai Rp 200 juta beberapa tahun lalu.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Jenny AstariPisang KepokPT Hasil Kalimantan Sejahter
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pondok Ale-ale Berawal dari Racikan Mama

Next Post

Bisnis Gukguk Menggiurkan Juga

Related Posts

BRIN Kembangkan Lembaran Jeruk Gamindo B
Komoditi

BRIN Kembangkan Lembaran Jeruk Gamindo B

19 April 2026
Stok Beras Nasional Naik 3,9 Juta Ton
Komoditi

Stok Beras Nasional Naik 3,9 Juta Ton

23 Maret 2026
Asian Agri Hadirkan Bibit Topaz di IPOSC 2025 di Pontianak
Komoditi

Asian Agri Hadirkan Bibit Topaz di IPOSC 2025 di Pontianak

26 September 2025
Gapoktan Tani Makmur Binaan BI Kalbar Panen Raya 490 Ton Padi
Komoditi

Gapoktan Tani Makmur Binaan BI Kalbar Panen Raya 490 Ton Padi

24 Januari 2025
Petani Karet Perlu Jaga Kualitas Saat Harga Naik
Komoditi

Petani Karet Perlu Jaga Kualitas Saat Harga Naik

8 Desember 2024
Pemprov Kalbar Optimalkan Peternakan Kambing Mendukung Makan Bergizi
Komoditi

Pemprov Kalbar Optimalkan Peternakan Kambing Mendukung Makan Bergizi

8 Desember 2024
Next Post
Bisnis Gukguk Menggiurkan Juga

Bisnis Gukguk Menggiurkan Juga

Menggoreng Laba  Lenggang Palembang

Menggoreng Laba  Lenggang Palembang

Dengan Sape Apa Saja Oke

Dengan Sape Apa Saja Oke

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Penguatan Ekosistem Ekonomi Lokal MBG, BGN Dialog dengan Gapoktan dan Petani Hortikultura Kubu Raya
  • Kopi Kojal, UMKM Binaan BI Kalbar Tembus Pasar Global
  • APBN Kalbar Tetap Tumbuh dan Menjaga Denyut Ekonomi Daerah
  • Tiga Ribu Lebih Peserta Ramaikan Lomba Mancing HUT Bank Kalbar ke 62
  • Awasi KoinP2P, OJK Cermati Proses Penegakan Hukum

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
Penguatan Ekosistem Ekonomi Lokal MBG, BGN Dialog dengan Gapoktan dan Petani Hortikultura Kubu Raya
News

Penguatan Ekosistem Ekonomi Lokal MBG, BGN Dialog dengan Gapoktan dan Petani Hortikultura Kubu Raya

by Matrabisnis
13 Mei 2026
0

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat melanjutkan rangkaian kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan: Pemberdayaan UMKM, BUMDes, dan...

Read more
Kopi Kojal, UMKM Binaan BI Kalbar Tembus Pasar Global

Kopi Kojal, UMKM Binaan BI Kalbar Tembus Pasar Global

12 Mei 2026
APBN Kalbar Tetap Tumbuh dan Menjaga Denyut Ekonomi Daerah

APBN Kalbar Tetap Tumbuh dan Menjaga Denyut Ekonomi Daerah

12 Mei 2026
Tiga Ribu Lebih Peserta Ramaikan Lomba Mancing HUT Bank Kalbar ke 62

Tiga Ribu Lebih Peserta Ramaikan Lomba Mancing HUT Bank Kalbar ke 62

12 Mei 2026
Awasi KoinP2P, OJK Cermati Proses Penegakan Hukum

Awasi KoinP2P, OJK Cermati Proses Penegakan Hukum

9 Mei 2026

Recent Posts

  • Penguatan Ekosistem Ekonomi Lokal MBG, BGN Dialog dengan Gapoktan dan Petani Hortikultura Kubu Raya
  • Kopi Kojal, UMKM Binaan BI Kalbar Tembus Pasar Global
  • APBN Kalbar Tetap Tumbuh dan Menjaga Denyut Ekonomi Daerah
  • Tiga Ribu Lebih Peserta Ramaikan Lomba Mancing HUT Bank Kalbar ke 62

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.