ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Selasa, April 28, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Orangutan yang Meresahkan Warga Dipulangkan ke Habitat Alaminya

Matrabisnis by Matrabisnis
28 April 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
Orangutan yang berhasil dilepasliarkan dan dipulangkan kembali ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Palung oleh BKSDA bersama YIARI, unsur Polri dan masyarakat. (ist)

Orangutan yang berhasil dilepasliarkan dan dipulangkan kembali ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Palung oleh BKSDA bersama YIARI, unsur Polri dan masyarakat. (ist)

ADVERTISEMENT

Orangutan yang meresahkan warga di area perkebunan masyarakat di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat sejak akhir tahun lalu, akhirnya berhasil ditranslokasikan atau dipulangkan ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Palung pekan lalu.

Pemindahan satwa dilindungi bertubuh besar ini merupakan upaya kolaboratif antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Balai Taman Nasional Gunung Palung, dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), unsur TNI-Polri, dan masyarakat.

READ ALSO

Rehabilitasi Jembatan Ketungau 1 Picu Polemik

Peringati Hari Bumi, Wagub Kalbar Luncurkan Pranaraya

Kegiatan ini berawal dari laporan masyarakat terkait kemunculan orangutan di area perkebunan. Sejak akhir tahun lalu, orangutan tersebut diketahui melintasi kebun kelapa dan karet milik warga. Namun sejak sepekan terakhir, si orangutan mulai menetap di kebun kelapa, sehingga menimbulkan kerugian serta kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama karena ukuran tubuhnya yang relatif besar.

Muhadi, Asisten Manager Orangutan Protection Unit YIARI, menegaskan bahwa translokasi merupakan langkah terakhir yang ditempuh, setelah berbagai opsi penanganan lain dipertimbangkan secara matang. Ia menjelaskan bahwa translokasi bukan sekadar memindahkan orangutan, melainkan memulangkan mereka ke habitat alaminya yang lebih aman dan sesuai.

ADVERTISEMENT

“Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan orangutan sekaligus mengurangi potensi konflik dengan manusia. Berdasarkan hasil asesmen serta melihat kondisi lanskap yang ada, keberadaan orangutan ini berisiko menimbulkan kerugian ekonomi serta rasa takut, yang dapat berujung pada tindakan yang membahayakan baik bagi satwa maupun manusia,” ujarnya.

Upaya membawa orangutan untuk dipulangkan ke habitat alaminya. (ist)

Tim gabungan bergerak ke lokasi sejak pagi hari dan tiba sekitar pukul 07.00 WIB untuk melakukan evakuasi. Proses penanganan dilakukan menggunakan senapan bius oleh tim YIARI guna meminimalkan risiko. Dosis anestesi dihitung secara cermat oleh dokter hewan berdasarkan estimasi berat badan satwa, dan prosedur ini hanya dilakukan oleh petugas yang memiliki izin resmi.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka alami pada bagian wajah dan lengan kiri, serta fraktur pada gigi. “Luka tersebut kemungkinan disebabkan oleh lingkungan sekitar, seperti semak bambu, mengingat orangutan ini banyak beraktivitas di kebun dan hutan bambu,” ujar drh. Rachel, dokter hewan YIARI.

ADVERTISEMENT

“Luka ini sudah sembuh dan secara umum, kondisi satwa dinyatakan sehat dan layak untuk ditranslokasikan,” jelasnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, orangutan tersebut segera ditranslokasikan ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang merupakan habitat asalnya. Kawasan ini dinilai memiliki status perlindungan yang kuat, serta ketersediaan pakan yang memadai untuk mendukung kesejahteraan dan kelangsungan hidupnya di alam liar.

Perjalanan menuju lokasi pelepasliaran ditempuh sekitar dua jam menggunakan kombinasi transportasi darat dan air. Setibanya di dalam kawasan, proses pelepasliaran dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat yang turut membantu membawa orangutan lebih jauh ke dalam hutan.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I KetapangBalai Taman Nasional Gunung Palungdan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI)ditranslokasikan atau dipulangkan ke habitat alaminyadrh. Rachel dokter hewan YIARI.Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Panemeresahkan wargaMuhadi Asisten Manager Orangutan Protection Unit YIARIOrangutanTaman Nasional Gunung Palungunsur TNI-Polri
ADVERTISEMENT
Previous Post

Langgar Etika Penagihan, OJK Panggil Indosaku

Related Posts

Rehabilitasi Jembatan Ketungau 1 Picu Polemik
News

Rehabilitasi Jembatan Ketungau 1 Picu Polemik

27 April 2026
Peringati Hari Bumi, Wagub Kalbar Luncurkan Pranaraya
News

Peringati Hari Bumi, Wagub Kalbar Luncurkan Pranaraya

25 April 2026
Perempuan Desa Jaga Hutan, Kelola Ekonomi
News

Perempuan Desa Jaga Hutan, Kelola Ekonomi

25 April 2026
Perempuan Jadi Kunci Aksi Iklim
News

Perempuan Jadi Kunci Aksi Iklim

25 April 2026
ILO Perkuat UMKM dan Dukung Kota Parfum Banda Aceh
News

ILO Perkuat UMKM dan Dukung Kota Parfum Banda Aceh

24 April 2026
Laporan IKT Terbaru, Singkawang Kota Paling Toleran ke Dua
News

Laporan IKT Terbaru, Singkawang Kota Paling Toleran ke Dua

23 April 2026

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Orangutan yang Meresahkan Warga Dipulangkan ke Habitat Alaminya
  • Langgar Etika Penagihan, OJK Panggil Indosaku
  • OJK Luncurkan PINTAR Reksa Dana
  • Satu Tahun XLSMART, Fokus Perkuat Jaringan
  • Dukung Koneksi Aktivitas Digital Sehari-hari,  Telkomsel One Hadir di Mempawah

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
Orangutan yang Meresahkan Warga Dipulangkan ke Habitat Alaminya
News

Orangutan yang Meresahkan Warga Dipulangkan ke Habitat Alaminya

by Matrabisnis
28 April 2026
0

Orangutan yang meresahkan warga di area perkebunan masyarakat di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara,...

Read more
Langgar Etika Penagihan, OJK Panggil Indosaku

Langgar Etika Penagihan, OJK Panggil Indosaku

28 April 2026
OJK Luncurkan PINTAR Reksa Dana

OJK Luncurkan PINTAR Reksa Dana

28 April 2026
Satu Tahun XLSMART, Fokus Perkuat Jaringan

Satu Tahun XLSMART, Fokus Perkuat Jaringan

28 April 2026
Dukung Koneksi Aktivitas Digital Sehari-hari,  Telkomsel One Hadir di Mempawah

Dukung Koneksi Aktivitas Digital Sehari-hari,  Telkomsel One Hadir di Mempawah

27 April 2026

Recent Posts

  • Orangutan yang Meresahkan Warga Dipulangkan ke Habitat Alaminya
  • Langgar Etika Penagihan, OJK Panggil Indosaku
  • OJK Luncurkan PINTAR Reksa Dana
  • Satu Tahun XLSMART, Fokus Perkuat Jaringan

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.