Saat dilepaskan, orangutan menunjukkan respons yang baik dengan segera bergerak menjauh dan memperlihatkan perilaku liar, yang menjadi indikator kesiapan untuk kembali hidup secara mandiri di habitat alaminya.
Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, S.Hut., M.Si menjelaskan, upaya translokasi ini sekaligus mengapresiasi peran semua pihak yang terlibat.

“Translokasi ini merupakan salah satu langkah dalam upaya penyelamatan orangutan sekaligus mengurangi potensi konflik antara satwa liar dengan manusia. Kami mengapresiasi peran serta masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung proses ini sehingga dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dia berharap, ke depan, sinergi dan kesadaran bersama sangat penting agar upaya pelestarian orangutan dapat berjalan seiring dengan aktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Prawono Meruanto, S.P., M.Si., menegaskan tugasnya untuk menjaga kawasan TaNaGuPa. Dia mengatakan “Tugas kami selalu menjaga Taman Nasional Gunung Palung agar tetap menjadi rumah yang nyaman dan aman bagi orangutan dan satwa liar lainnya. Bersama jaga alam, jaga TaNaGuPa untuk kehidupan yang berkelanjutan,”imbuhnya.
Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, menekanka,n bahwa dinamika perubahan tata guna lahan menjadi tantangan utama dalam mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar.
Dia menuturkan, bahwa perubahan yang berlangsung cepat dan tidak terencana menyulitkan orangutan untuk beradaptasi, sekaligus menghambat penyusunan strategi mitigasi yang efektif.
“Kami berharap para pemangku kepentingan, khususnya pemerintah dan sektor swasta, dapat mendorong perencanaan tata guna lahan yang lebih pasti dan terintegrasi. Hal ini sangat krusial, mengingat sebagian besar populasi orangutan berada di luar kawasan konservasi,” ucapnya.
“Orangutan bukanlah pendatang di area ini. Mereka sudah berada di sini jauh sebelum konversi lahan terjadi. Kini, orangutan semakin sulit menemukan ruang hidupnya. Kita perlu belajar untuk hidup berdampingan dengan mereka, karena sesungguhnya kitalah yang menempati rumah mereka. Kami juga sangat berharap masyarakat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara dapat merasa bangga dengan keberadaan orangutan di tanah Kayong ini,” tutupnya. **














Discussion about this post