Cuitan itu menambahkan, bahwa kasus ke dua tersebut adalah adik ipar pasien kasus pertama, yang juga telah meninggal.
RD Kongo mengumumkan wabah virus Ebola ke-14 pada 23 April setelah satu kasus terkonfirmasi dilaporkan di Mbandaka, sebuah kota di Provinsi Equateur.
Pasien tersebut, seorang pria berusia 31 tahun, mulai menunjukkan gejala pada 5 April, dan setelah lebih dari satu pekan dirawat di rumah mencari pengobatan di fasilitas kesehatan setempat.
Pada 21 April, dia dirawat di pusat perawatan Ebola untuk perawatan intensif, tetapi kemudian meninggal pada hari itu juga. Otoritas kesehatan bekerja secara intens untuk memantau orang-orang yang melakukan kontak dengan dua pasien meninggal tersebut, kata WHO. RD Kongo saat ini sedang dilanda wabah Ebola yang ke-14 sejak 1976.
Sejak 2018 saja, wabah saat ini merupakan wabah keenam, kejadian paling sering dalam sejarah penyakit Ebola di negara itu. **ant

















Discussion about this post