Doni Septadijaya menyampaikan, bahwa arah pengembangan ekonomi syariah Kalimantan Barat difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu penguatan halal value chain, penguatan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.
“Melalui Rabbani Khatulistiwa 2026, Bank Indonesia mendorong peningkatan awareness dan partisipasi stakeholders, penguatan kapasitas pelaku usaha syariah, serta penguatan konektivitas ekosistem ekonomi syariah Kalimantan Barat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes memberikan apresiasi atas sinergi yang telah dibangun Bank Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi syariah daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah menuju Anugerah Adinata Syariah 2027.
Rabbani Khatulistiwa 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ke lima yang secara konsisten menjadi program strategis Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah.
Pada tahun ini, kegiatan menargetkan terciptanya business matching pembiayaan sebesar Rp 4,2 miliar dan penjualan produk UMKM sebesar Rp 2,65 miliar.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah, pada Opening Ceremony juga dilaksanakan peluncuran Dashboard Portal Data Eksyar SIAR Kalbar (siarkalbar.id), pengenalan Garda Muda Eksyar Kalbar sebagai penggerak literasi ekonomi syariah generasi muda, serta pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Indonesia Kalimantan Barat dan mitra strategis lainnya.
Rangkaian Rabbani Khatulistiwa 2026 berlangsung pada 18 – 20 Juni 2026 melalui berbagai kegiatan utama, antara lain Sharia Forum, Sharia Fair, Rabbani Future Business, Halal Mart, Wakaf Coffee Corner (WAKAFEIN), coaching clinic, kompetisi ekonomi syariah, serta berbagai program pengembangan UMKM dan pesantren.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha, Rabbani Khatulistiwa diharapkan mampu memperkuat ekosistem halal Kalimantan Barat, meningkatkan daya saing UMKM dan pelaku usaha syariah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. **










Discussion about this post