Inflasi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Juli tercatat sebesar 3,18 persen secara tahunan (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,66, terjadi kenaikan IHK dari tahun sebelumnya yang sebesar 108,22. Sementara tingkat inflasi secara month to month (mtm) sebesar 0,38 persen dan inflasi year to date (ytd) 2,63 persen.
Pemantik inflasi kali ini dipicu oleh kenaikan harga, di antaranya adalah biaya-biaya pendidikan seiring dimulainya tahun ajaran baru, seperti penjualan seragam sekolah serta alat tulis.
Dalam rilis BRS (Berita Resmi Statistik) pada Senin, 3 Agustus 2026, BPS mencatat pergerakan inflasi Kalbar terbilang lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang angkanya 2,88 persen dengan IHK 111,73 pada Juli 2026.
Dari 38 provinsi, semua daerah mengalami inflasi secara tahunan (yoy), tertinggi dan terendah berada di wilayah Papua. Tertinggi di Papua Barat sebesar 5,47 persen dan terendah di Papua Selatan sebesar 1,46 persen. Sementara untuk wilayah Kalimantan, tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah sebesar 4,32 persen dan terendah di Kalimantan Utara sebesar 2 persen.
Secara wilayah, terdapat sebanyak 11 provinsi yang mengalami inflasi dan 27 provinsi mencatat deflasi mtm. Kalimantan Barat mencatat angka inflasi bulanan (mtm) tertinggi, yakni sebesar 0,38 persen, disusul Kepulauan Bangka Belitung 0,35 persen.
Sedangkan deflasi terdalam tercatat di Papua Pegunungan sebesar 1,37 persen, Papua 1,31 persen dan Sulawesi Utara 1,05 persen.
Di pulau Jawa, seluruh provinsi mengalami deflasi. Terdalam terjadi di DI Yogyakarta sebesar 0,31 persen, disusul Jawa Timur 0,26 persen, DKI Jakarta 0,15 persen, Jawa Tengah 0,13 persen dan Jawa Barat 0,05 persen.
“Untuk wilayah Kalimantan Barat, inflasi tertinggi di Kabupaten Ketapang sebesar 3,73 persen (yoy) dan IHK 113,90. Inflasi terendah terjadi di Kota Singkawang sebesar 2,70 persen dengan IHK 110,46,” jelas Ketua Tim Kerja Statistik dan Distribusi BPS Kalbar, Sri Suyatmi S.Si, M.Si dalam rilis BRS yang digelar secara daring di Pontianak, Senin.












Discussion about this post