Kinerja APBN di Provinsi Kalimantan Barat hingga Semester I Tahun 2026 menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global. Hingga 30 Juni 2026, realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp7,01 triliun atau 41,76 persen dari target, meningkat 25,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono, menyampaikan bahwa kinerja APBN tetap terjaga seiring dengan kondisi perekonomian daerah yang terus menunjukkan ketahanan.
Pada triwulan I 2026, ekonomi Kalimantan Barat tumbuh 6,14 persen secara tahunan (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Inflasi pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,28 persen, sementara tingkat kemiskinan menurun menjadi 5,97 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) juga mencapai 176,87, tertinggi di Pulau Kalimantan, serta neraca perdagangan tetap mencatatkan surplus.
Pendapatan negara masih didominasi oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp6,34 triliun atau tumbuh 27,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penerimaan tersebut terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp5,88 triliun dan kepabeanan serta cukai sebesar Rp466,79 miliar yang tumbuh 44,67 persen secara tahunan. Di sisi lain, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp667,45 miliar atau meningkat 6,48 persen.












Discussion about this post