Dari sisi belanja, realisasi Belanja Negara mencapai Rp14,15 triliun atau 51,39 persen dari pagu, meningkat 4,77 persen dibandingkan Semester I 2025. Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp5,42 triliun, sedangkan Transfer ke Daerah terealisasi sebesar Rp8,73 triliun.
Rahmat Mulyono menegaskan, bahwa kualitas belanja negara menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Setiap rupiah belanja negara harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, pendidikan, konektivitas, dan layanan dasar menjadi kunci dalam menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya dalam Konferensi Pers APBN Kalimantan Barat Edisi Bulan Juli Tahun 2026 yang digelar di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Bara, Kamis 23 Juli 2026.
Rachmat Mulyono mengungkapkan, bahwa Transfer ke Daerah juga terus mendukung pelayanan publik melalui penyaluran Dana Desa kepada 2.035 desa pada Tahap I dan 322 desa pada Tahap II. Selain itu, dana BOS telah disalurkan kepada 1.099.896 siswa di 7.821 sekolah di Kalimantan Barat.
“Selanjutnya sinergi antara APBN dan APBD diharapkan terus memperkuat pembangunan daerah serta menjaga stabilitas ekonomi sehingga manfaat belanja negara dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” imbuhnya. **












Discussion about this post