ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Sabtu, Juni 13, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Hampir 138 Juta Anak Masih Terlibat sebagai Pekerja Anak

Rilis Terbaru ILO dan Unicef : 54 Juta Anak Melakukan Pekerjaan Berbahaya

Matrabisnis by Matrabisnis
12 Juni 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
ilustrasi pekerja anak. (net)

ilustrasi pekerja anak. (net)

ADVERTISEMENT

Laporan terbaru memperlihatkan hampir 50 persen pengurangan, sejak dimulainya abad ini, namun dunia gagal mencapai target penghapusan.

Hampir 138 juta anak terlibat sebagai pekerja anak pada 2024, termasuk sekitar 54 juta anak yang melakukan pekerjaan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan atau perkembangan mereka, menurut perkiraan baru yang dirilis hari ini oleh ILO dan UNICEF.

READ ALSO

Luncurkan Sistem ERP dan Inisiatif Akses Keuangan Inklusif

Kemendukbangga/BKKBN dan IPKB Perkuat Kolaborasi Publikasi

Data terbaru menunjukkan penurunan total lebih dari 22 juta anak sejak tahun 2020, membalikkan lonjakan yang mengkhawatirkan antara tahun 2016 dan 2020. Terlepas dari tren positif ini, dunia masih belum mencapai target untuk menghapus pekerja anak pada 2025.

Laporan yang berjudul Pekerja Anak: Estimasi Global 2024, tren dan jalan ke depan, yang dirilis satu hari menjelang Hari Dunia Menentang Pekerja Anak dan Hari Bermain Internasional, menggarisbawahi kenyataan pahit bahwa kendati ada kemajuan yang telah dicapai, jutaan anak masih tidak mendapatkan haknya untuk belajar, bermain dan sekadar menjadi anak-anak.

“Temuan-temuan dalam laporan kami menawarkan harapan dan menunjukkan bahwa kemajuan itu mungkin terjadi. Anak-anak seharusnya berada di sekolah, bukan di tempat kerja,” ujar Direktur Jenderal ILO, Gilbert F. Houngbo.

ADVERTISEMENT

Menurut dia,  orang tua sendiri harus didukung dan memiliki akses ke pekerjaan yang layak, sehingga mereka mampu memastikan bahwa anak-anak mereka berada di ruang kelas dan tidak berjualan di pasar atau bekerja di ladang keluarga untuk membantu menghidupi keluarga.

“Namun, kita tidak boleh dibutakan oleh fakta, bahwa kita masih harus menempuh jalan panjang sebelum mencapai tujuan kita untuk menghapuskan pekerja anak,”tegasnya.

Menurut data tersebut, pertanian tetap menjadi sektor terbesar untuk pekerja anak, menyumbang 61 persen dari semua kasus, diikuti oleh jasa (27 persen), seperti pekerjaan rumah tangga dan menjual barang di pasar dan industri (13 persen), termasuk pertambangan dan manufaktur.

Asia dan Pasifik mencapai penurunan prevalensi paling signifikan sejak tahun 2020, dengan angka pekerja anak turun dari 5,6 persen menjadi 3,1 persen (dari 49 juta menjadi 28 juta anak). Amerika Latin dan Karibia mencapai penurunan relatif sebesar 8 persen dalam prevalensi dan penurunan 11 persen dalam jumlah total, tulis laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

Afrika Sub-Sahara terus menanggung beban terberat, dengan jumlah hampir dua pertiga dari seluruh pekerja anak, yaitu sekitar 87 juta anak. Meskipun prevalensi turun dari 23,9 menjadi 21,5 persen, jumlah totalnya tetap stagnan di tengah pertumbuhan populasi.

“Dunia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam mengurangi jumlah anak yang dipaksa bekerja. Namun, masih terlalu banyak anak yang terus bekerja keras di tambang, pabrik atau ladang, sering kali melakukan pekerjaan yang berbahaya untuk bertahan hidup,” ujar Catherine Russell, Direktur Eksekutif UNICEF.

“Kita tahu bahwa kemajuan menuju penghapusan pekerja anak dapat dicapai dengan menerapkan perlindungan hukum, perluasan perlindungan sosial, investasi dalam pendidikan gratis dan berkualitas, serta akses yang lebih baik terhadap pekerjaan yang layak bagi orang dewasa, katanya.

“Pemotongan dana global mengancam untuk membatalkan pencapaian yang telah diperoleh dengan susah payah. Kita harus berkomitmen kembali untuk memastikan bahwa anak-anak berada di ruang kelas dan taman bermain, bukan di tempat kerja,” ucap Catherine.

Page 1 of 2
12Next
Tags: 54 juta anak yang melakukan pekerjaan berbahayaCatherine Russell Direktur Eksekutif UNICEF.Direktur Jenderal ILO Gilbert F. Houngbo.dirilis hari ini oleh ILO dan UNICEF.Hampir 138 juta anak terlibat sebagai pekerja anak pada 2024
ADVERTISEMENT
Previous Post

Lestarikan Warisan Budaya, Bank Kalbar Syariah Biayai Usaha Rotan Jamaludin

Next Post

Aston Pontianak dan Transera Group Salurkan Hewan Kurban

Related Posts

Luncurkan Sistem ERP dan Inisiatif Akses Keuangan Inklusif
News

Luncurkan Sistem ERP dan Inisiatif Akses Keuangan Inklusif

12 Juni 2026
Kemendukbangga/BKKBN dan IPKB Perkuat Kolaborasi Publikasi
News

Kemendukbangga/BKKBN dan IPKB Perkuat Kolaborasi Publikasi

12 Juni 2026
Gemawan dan Think Women Gelar Workshop Gesit Maju Digital
News

Gemawan dan Think Women Gelar Workshop Gesit Maju Digital

12 Juni 2026
Klinik Pratama Untan dan Dinkes Singkawang Gelar Pelatihan Pandu PTM
News

Klinik Pratama Untan dan Dinkes Singkawang Gelar Pelatihan Pandu PTM

10 Juni 2026
Asmo Kalbar Dukung Reuni Akbar 12 Tahun SI UNTAN
News

Asmo Kalbar Dukung Reuni Akbar 12 Tahun SI UNTAN

9 Juni 2026
Rayakan Idul Adha 1447 Hijriah Asmo Kalbar Berbagi Hewan Kurban
News

Rayakan Idul Adha 1447 Hijriah Asmo Kalbar Berbagi Hewan Kurban

9 Juni 2026
Next Post
Aston Pontianak dan Transera Group Salurkan Hewan Kurban

Aston Pontianak dan Transera Group Salurkan Hewan Kurban

Bank Kalbar Sabet Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2025

Bank Kalbar Sabet Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2025

Informa Hadirkan Pasti Termurah Hingga 25 Juni 2025

Informa Hadirkan Pasti Termurah Hingga 25 Juni 2025

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Asmo Kalbar Sukses Gelar Technical Skill Contest 2026
  • Luncurkan Sistem ERP dan Inisiatif Akses Keuangan Inklusif
  • Kemendukbangga/BKKBN dan IPKB Perkuat Kolaborasi Publikasi
  • Asmo Kalbar Dukung Jamnas FSI XVII
  • Gemawan dan Think Women Gelar Workshop Gesit Maju Digital

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.