Kementerian Keuangan Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menyelenggarakan Konferensi Pers APBN Kalimantan Barat Edisi Desember Tahun 2025, sebagai bentuk akuntabilitas publik, sekaligus penyampaian informasi mengenai kondisi ekonomi regional serta kinerja pengelolaan fiskal hingga 30 November 2025.
Memasuki penghujung tahun 2025, perekonomian Kalimantan Barat tetap berada pada jalur yang stabil dengan dukungan aktivitas konsumsi, kinerja sektor utama, dan instrumen fiskal yang bekerja efektif menahan tekanan eksternal.
Dari sisi ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tercatat 5,31 persen (yoy) dengan struktur ekonomi masih didominasi tiga sektor utama, yaitu Pertanian dengan kontribusi 21,50 persen, Industri Pengolahan sebesar 16,02 persen, serta Perdagangan sebesar 13,89 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp 82.695,18 miliar, sementara atas dasar harga konstan tercatat Rp 42.996,98 miliar.
Kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menunjukkan perkembangan yang relatif stabil. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja berada pada 70,90 persen dengan dominasi partisipasi laki-laki, Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 4,82 persen, Gini Rasio sebesar 0,316, serta Garis Kemiskinan sebesar Rp 622.882.
Inflasi juga tetap berada dalam kisaran yang terkendali. Inflasi tahun ke tahun berada pada 2,04 persen, inflasi tahun kalender 1,57 peresn, serta inflasi bulanan 0,24 persen, dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 108,50.
Secara sektoral, kelompok makanan, minuman, serta tembakau masih menjadi komponen dengan pengaruh terbesar terhadap inflasi. Sementara itu, Nilai Tukar Petani Kalimantan Barat berada pada posisi keempat tertinggi nasional sebesar 170,66, menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani dan perbaikan pendapatan sektor pertanian yang tetap terjaga sepanjang tahun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono, menegaskan bahwa kinerja fiskal sepanjang 2025 memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas tersebut.
“APBN berperan menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, serta mendorong pembangunan daerah. Sepanjang 2025, kebijakan fiskal diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi Kalimantan Barat dan memastikan program pembangunan berjalan optimal,” ujar Rahmat Mulyono dalam konferensi pers APBN di kantor Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 30 Desember 2025.
Pada sisi pendapatan negara, realisasi hingga 30 November 2025 mencapai Rp 11.089,51 miliar atau 89,31 persen dari target. Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp9.881,92 miliar dengan capaian 85,90 persen, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak berkontribusi Rp1.207,59 miliar dengan capaian 132,29 persen.












Discussion about this post