Jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) naik sebanyak 4,39 juta jiwa menjadi 5,77 juta jiwa, sementara laju pertumbuhan penduduk mengalami perlambatan menjadi 1,33 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan hasil SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mengungkapkan, jumlah penduduk pria lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan, yaitu sebanyak 2.959.853 jiwa untuk pria atau sebesar 51,28 persen dari seluruh penduduk. Sementara jumlah penduduk perempuan tercatat 2.811.892 jiwa atau 48,72 persen.
“Berdasarkan komposisi jenis kelamin terebut, rasio jenis kelamin di Kalimantan Barat tercatat sebesar 105. Artinya, terdapat sekitar 105 laki-laki untuk setiap 100 persen perempuan,” jelas Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin ketika menggelar konferensi pers BRS (Berita Resmi Statistik), Selasa 5 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, hasil SUPAS 2025 menunjukkan bahwa proporsi penduduk usia produktif yakni 15 – 64 tahun sebesar 69 persen, meningkat jika dibandingkan dengan hasil SP 2010 yang angkanya sebesar 64,58 persen.
Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas menunjukkan pola yang berbeda. Untuk kelompok usia 0-14 tahun mengalami penurunan dari 31,84 persen menjadi 24,86 persen sedangkan untuk kelompok usia 65 tahun ke atas menunjukkan peningkatan dari SP 2010, yaitu dari 3,58 persen menjadi 6,14 persen.
“Perubahan komposisi penduduk kelompok umur tersebut, menunjukkan pergeseran struktur umur penduduk yang mulai menyempit di kelompok umur 0-14 tahun dan melebar di kelompok 15-65 tahun,” kata Saichudin.
Untuk urutan generasi dari Pre Boomer, Baby Boomer, Generasi X, Milenial, Generasi Z dan Pos Generasi Z, ternyata Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 26,17 persen, diikuti Generasi Milenial sebesar 25,10 persen.
Kombinasi kedua generasi muda ini, mencakup hampir separo populasi di Kalimantan Barat. Ini menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini.
Sementara kombinasi kontribusi dari empat generasi lainnya, mencapai angka 48,73 persen, terdiri dari Generasi X sebesar 18,50 persen, Post Generasi Z sebanyak 16,24 persen, Generasi Baby Boomer 8,25 persen dan Pre Boomer sebesar 0,79 persen.
Angka Kelahiran Menurun
Angka kelahiran total/Total Fertility Rate (TFR), yakni rerata jumlah anak yang dilahirkan hidup oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya di usia 15-49 tahun di Kalimantan Barat, tercatat sebesar 2,25 persen. Angka ini menurun dibandingkan hasil LF SP2020 yang sebesar 2,33.
“Tren penurunan masih konsisten selama lebih dari satu dekade terakhir, yaitu dari 2,64 pada SP2010. Penurunan ini menegaskan, bahwa tren penurunan retilitas masih berlanjut, meskipun dengan laju yang lebih landai, dibandingkan periode-periode sebelumnya,” kata Saichudin.
TFR hasil SUPAS 2025 menunjukkan, tingkat fertilitas di daerah ini bervariasi antarkabupaten/kota. Kota Pontianak tercatat menjadi kota dengan TFR terendah, yaitu sebesar 2,02, sedangkan Kabupaten Sambas menjadi daerah dengan TFR tertinggi, yaitu sebesar 2,42.
Menurut Saichudin, disparitas ini mencerminkan perbedaan karakteristik TFR sosial, budaya, ekonomi dan akses layanan kesehatan reproduksi antarwilayah.
Di sisi lain, angka prevalensi kontrasepsi (Contraceptive Prevalence Rate/CPR), yakni pasangan berusia 15-49 tahun yang sedang menggunakan metode kontrasepsi, baik modern maupun tradisional berada di angka 68,73 persen.














Discussion about this post