ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Jumat, Juli 3, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Jumlah Penduduk Kalbar Naik Jadi 5,77 Juta Jiwa, 51,28 Persen Pria

Kelompok Terbesar Gen Z 26,17 Persen, Gen Milenial 25,10 Persen

Matrabisnis by Matrabisnis
17 Mei 2026
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Muh Saichudin. (mb)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Muh Saichudin. (mb)

ADVERTISEMENT

Hasil SUPAS 2025 juga mencatat, banyaknya kematian bayi berusia di bawah satu tahun atau Infant Mortality Rate/IMR (IMR) di Kalimantan Barat terdata sebanyak 14,83 kematian bayi. Angka ini menurun hampir setengahnya dibandingkan hasil SP2010 yang sebanyak 27 kematian.

Hasil SUPAS 2025 juga menunjukkan disparitas IMR antarkabupen/kota. Kota Pontianak mencatatkan IMR terendah, yakni sebesar 11,74, sementara Kabupaten Kayong Utara masih memiliki IMR tertinggi, mencapai angka 17,83.

READ ALSO

Pertama di Untan, Jurusan Manajemen FEB Untan Terakreditasi Unggul sekaligus Internasional

DJP Kalbar Gelar Inklusi Kesadaran Pajak di UMP Pontianak

Hasil SUPAS 2025 juga melaporkan penyandang disabilitas, yakni individu yang mengalami banyak kesulitan atau gangguan/keterbatasan atau sama sekali tidak dapat beraktivitas. Prevalensi penduduk penyandang disabilitas umur 5 tahun ke atas di Kalimantan Barat mencapai angka 2,25 persen.

ADVERTISEMENT

Penyandang disabilitas ini, menurut SUPAS 2025 terbagi menjadi delapan jenis, yakni kesulitan melihat, kesulitan mendengar, kesulitan berjalan/naik tangga, kesulitan menggunakan/menggerakkan tangan/jari, kesulitan mengingat/konsentrasi, kesulitan gangguan perilaku/emosional, kesulitan berkomunikasi dan kesulitan mengurus diri sendiri.

Persentase penduduk penyandang disabilitas tertinggi menurut SUPAS 2025 adalah pada kesulitan berjalan/naik tangga, yang mencapai 0,88 persen dan penyandang disabilitas terendah adalah kesulitan gangguan perilaku/emosional sebesar 0,28 persen.

Migrasi

Mobilitas penduduk antar wilayah, terlapor cukup tinggi dan memiliki pola bervariasi. Menurut SUPAS 2025, wilayah perkotaan seperti Pontianak, Singkawang dan Kubu Raya mencatat persentase migran masuk yang relatif tinggi. Masing-masing sebesar 23,21 persen, 22,77 persen dan 20,56 persen.

“Tingginya angka mingran masuk ke kota Pontianak, Singkawang dan Kubu Raya menunjukkan, bahwa daerah-daerah tersebut menjadi pusat daya tarik ekonomi dan sosial bagi penduduk,” kata Saichudin.

Pontianak dan Singkawang juga menunjukkan angka migran ke luar yang tinggi, yaitu sebesar 23,70 persen dan 21,95 persen, sehingga mencerminkan dinamika mobilitas yang intens dan tidak hanya berperan sebagai daerah tujuan, tapi juga daerah asal migrasi.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, beberapa wilayah seperti Bengkayang, Sintang, Melawi, Kayong Utara dan Kubu Raya memiliki kecenderungan surplus migrasi, karena persentase migran masuk lebih besar dibandingkan migran ke luar. Daerah-daerah ini, menjadi daya tarik bagi penduduk untuk menetap.

Sebaliknya, daerah seperti Sambas dan Landak malah mengalami defisit migran, lantaran angka migran ke luar lebih tinggi dibandingkan migran masuk. Faktor pendorong migrasi ke luar daerah, antara lain disebabkan keterbatasan kesempatan kerja atau fasilitas.

“Pola tersebut menggambarkan pergerakan penduduk di Kalimantan Barat cenderung terfokus menuju wilayah dengan aktivitas ekonomi yang lebih berkembang, sekaligus menunjukkan adanya ketimpangan daya tarik antar daerah,” ujar Saichudin.

Ia menilai, secara umum beberapa daerah menunjukkan neto migrasi positif. Artinya, jumlah migram masuk lebih besar dibandingkan migran ke luar, seperti Kayong Utara (2,39), Sambas (1,72), Bengkayang (1,59) dan Singkawang (1,23). Daerah-daerah tersebut dinilai punya daya tarik cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi peluang ekonomi, ketersediaan lahan, maupun faktor sosial lainnya.

Begitu pula dengan penggunaan bahasa Indonesia. Dengan ragam bahasa daerah di Kalimantan Barat, ternyata Generasi Pre Boomer memiliki kemampuan berbahasa Indonesia paling rendah, yaitu 80,88 persen. Sementara Gen Z dan Gen Milenial menjadi pengguna Bahasa Indonesia tertinggi, yaitu 99,80 persen.

Sebaliknya, penggunaan bahasa daerah  terendah di lingkungan keluarga atau masyarakat, lebih banyak dilakukan oleh Post Gen Z sebesar 68,29 persen dan persentase tertinggi adalah Generasi X dengan angka 81,16 persen.**

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbarhasil SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) 2025jumlah penduduk pria lebih banyakJumlah penduduk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar)Kepala BPS Kalbar Muh Saichudinnaikpenduduk perempuan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Industri Perbankan Syariah Catat Pertumbuhan Aset Dua Digit

Next Post

PFI Kecam Penahanan Aktivis dan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel

Related Posts

Pertama di Untan, Jurusan Manajemen FEB Untan Terakreditasi Unggul sekaligus Internasional
News

Pertama di Untan, Jurusan Manajemen FEB Untan Terakreditasi Unggul sekaligus Internasional

3 Juli 2026
DJP Kalbar Gelar Inklusi Kesadaran Pajak di UMP Pontianak
News

DJP Kalbar Gelar Inklusi Kesadaran Pajak di UMP Pontianak

3 Juli 2026
Komitmen Berbagi untuk Masyarakat, Bank Kalbar Khitan 153 Anak
News

Komitmen Berbagi untuk Masyarakat, Bank Kalbar Khitan 153 Anak

3 Juli 2026
DJP Tunjuk Empat Marketplace sebagai Pemungut PPH
News

DJP Tunjuk Empat Marketplace sebagai Pemungut PPH

2 Juli 2026
BPKP Kalbar Dukung Penguatan Tata Kelola Desa
News

BPKP Kalbar Dukung Penguatan Tata Kelola Desa

2 Juli 2026
Harganas ke-33 Kalbar Gaungkan “Ayah Wajib Hadir”, Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045
News

Harganas ke-33 Kalbar Gaungkan “Ayah Wajib Hadir”, Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045

2 Juli 2026
Next Post
PFI Kecam Penahanan Aktivis dan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel

PFI Kecam Penahanan Aktivis dan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel

Asmo Kalbar #Cari_aman di SMA Muhammadiyah 1

Asmo Kalbar #Cari_aman di SMA Muhammadiyah 1

Generasi Muda Diharapkan Jadi Penggerak Pasar Modal Indonesia

Generasi Muda Diharapkan Jadi Penggerak Pasar Modal Indonesia

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Di Tengah Tantangan Ekonomi, Bank Kalbar Bersyukur Tetap Dipercaya dan Terus Bertumbuh
  • Pertama di Untan, Jurusan Manajemen FEB Untan Terakreditasi Unggul sekaligus Internasional
  • DJP Kalbar Gelar Inklusi Kesadaran Pajak di UMP Pontianak
  • Komitmen Berbagi untuk Masyarakat, Bank Kalbar Khitan 153 Anak
  • DJP Tunjuk Empat Marketplace sebagai Pemungut PPH

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.