ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Minggu, Desember 14, 2025
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Hampir 138 Juta Anak Masih Terlibat sebagai Pekerja Anak

Rilis Terbaru ILO dan Unicef : 54 Juta Anak Melakukan Pekerjaan Berbahaya

Matrabisnis by Matrabisnis
12 Juni 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
ilustrasi pekerja anak. (net)

ilustrasi pekerja anak. (net)

ADVERTISEMENT

Laporan terbaru memperlihatkan hampir 50 persen pengurangan, sejak dimulainya abad ini, namun dunia gagal mencapai target penghapusan.

Hampir 138 juta anak terlibat sebagai pekerja anak pada 2024, termasuk sekitar 54 juta anak yang melakukan pekerjaan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan atau perkembangan mereka, menurut perkiraan baru yang dirilis hari ini oleh ILO dan UNICEF.

READ ALSO

ILO: 70 Persen Pekerja Indonesia Alami Pelecehan di Tempat Kerja

Untan Himbau Donasi Bantu Penanganan Pascabanjir Sumatra

Data terbaru menunjukkan penurunan total lebih dari 22 juta anak sejak tahun 2020, membalikkan lonjakan yang mengkhawatirkan antara tahun 2016 dan 2020. Terlepas dari tren positif ini, dunia masih belum mencapai target untuk menghapus pekerja anak pada 2025.

Laporan yang berjudul Pekerja Anak: Estimasi Global 2024, tren dan jalan ke depan, yang dirilis satu hari menjelang Hari Dunia Menentang Pekerja Anak dan Hari Bermain Internasional, menggarisbawahi kenyataan pahit bahwa kendati ada kemajuan yang telah dicapai, jutaan anak masih tidak mendapatkan haknya untuk belajar, bermain dan sekadar menjadi anak-anak.

ADVERTISEMENT

“Temuan-temuan dalam laporan kami menawarkan harapan dan menunjukkan bahwa kemajuan itu mungkin terjadi. Anak-anak seharusnya berada di sekolah, bukan di tempat kerja,” ujar Direktur Jenderal ILO, Gilbert F. Houngbo.

Menurut dia,  orang tua sendiri harus didukung dan memiliki akses ke pekerjaan yang layak, sehingga mereka mampu memastikan bahwa anak-anak mereka berada di ruang kelas dan tidak berjualan di pasar atau bekerja di ladang keluarga untuk membantu menghidupi keluarga.

“Namun, kita tidak boleh dibutakan oleh fakta, bahwa kita masih harus menempuh jalan panjang sebelum mencapai tujuan kita untuk menghapuskan pekerja anak,”tegasnya.

Menurut data tersebut, pertanian tetap menjadi sektor terbesar untuk pekerja anak, menyumbang 61 persen dari semua kasus, diikuti oleh jasa (27 persen), seperti pekerjaan rumah tangga dan menjual barang di pasar dan industri (13 persen), termasuk pertambangan dan manufaktur.

ADVERTISEMENT

Asia dan Pasifik mencapai penurunan prevalensi paling signifikan sejak tahun 2020, dengan angka pekerja anak turun dari 5,6 persen menjadi 3,1 persen (dari 49 juta menjadi 28 juta anak). Amerika Latin dan Karibia mencapai penurunan relatif sebesar 8 persen dalam prevalensi dan penurunan 11 persen dalam jumlah total, tulis laporan tersebut.

Afrika Sub-Sahara terus menanggung beban terberat, dengan jumlah hampir dua pertiga dari seluruh pekerja anak, yaitu sekitar 87 juta anak. Meskipun prevalensi turun dari 23,9 menjadi 21,5 persen, jumlah totalnya tetap stagnan di tengah pertumbuhan populasi.

“Dunia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam mengurangi jumlah anak yang dipaksa bekerja. Namun, masih terlalu banyak anak yang terus bekerja keras di tambang, pabrik atau ladang, sering kali melakukan pekerjaan yang berbahaya untuk bertahan hidup,” ujar Catherine Russell, Direktur Eksekutif UNICEF.

“Kita tahu bahwa kemajuan menuju penghapusan pekerja anak dapat dicapai dengan menerapkan perlindungan hukum, perluasan perlindungan sosial, investasi dalam pendidikan gratis dan berkualitas, serta akses yang lebih baik terhadap pekerjaan yang layak bagi orang dewasa, katanya.

“Pemotongan dana global mengancam untuk membatalkan pencapaian yang telah diperoleh dengan susah payah. Kita harus berkomitmen kembali untuk memastikan bahwa anak-anak berada di ruang kelas dan taman bermain, bukan di tempat kerja,” ucap Catherine.

Page 1 of 2
12Next
Tags: 54 juta anak yang melakukan pekerjaan berbahayaCatherine Russell Direktur Eksekutif UNICEF.Direktur Jenderal ILO Gilbert F. Houngbo.dirilis hari ini oleh ILO dan UNICEF.Hampir 138 juta anak terlibat sebagai pekerja anak pada 2024
ADVERTISEMENT
Previous Post

Lestarikan Warisan Budaya, Bank Kalbar Syariah Biayai Usaha Rotan Jamaludin

Next Post

Aston Pontianak dan Transera Group Salurkan Hewan Kurban

Related Posts

ILO: 70 Persen Pekerja Indonesia Alami Pelecehan di Tempat Kerja
News

ILO: 70 Persen Pekerja Indonesia Alami Pelecehan di Tempat Kerja

12 Desember 2025
TIM FEB Untan Raih Juara 1 Nasional P2MW 2025
News

Untan Himbau Donasi Bantu Penanganan Pascabanjir Sumatra

11 Desember 2025
OJK Dorong Penguatan Literasi Keuangan Penyandang Disabilitas
News

OJK Dorong Penguatan Literasi Keuangan Penyandang Disabilitas

10 Desember 2025
Unsika dan Untan Perkuat Sinergi Pengawasan dan Tata Kelola Kampus
News

Unsika dan Untan Perkuat Sinergi Pengawasan dan Tata Kelola Kampus

10 Desember 2025
OJK: Integritas Merupakan Kunci Kemajuan Bangsa
News

OJK: Integritas Merupakan Kunci Kemajuan Bangsa

9 Desember 2025
BPKP: Polri Harus Jadi Rem dan Gas, Mitigasi Risiko Jadi Kunci
News

BPKP: Polri Harus Jadi Rem dan Gas, Mitigasi Risiko Jadi Kunci

9 Desember 2025
Next Post
Aston Pontianak dan Transera Group Salurkan Hewan Kurban

Aston Pontianak dan Transera Group Salurkan Hewan Kurban

Bank Kalbar Sabet Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2025

Bank Kalbar Sabet Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2025

Informa Hadirkan Pasti Termurah Hingga 25 Juni 2025

Informa Hadirkan Pasti Termurah Hingga 25 Juni 2025

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • XL SATU Raih Customer Journey Experience Award 2025
  • AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru
  • Asmo Kalbar Edukasi Safety Riding ke Pelajar SMA Santu Petrus
  • Semakin Bersinar, Dirut Bank Kalbar Dinobatkan sebagai CEO Bankers of The Year 2025
  • 101 Coffee House Binaan BI Kalbar Raih Paramakarya 2025

Arsip

  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.

Kategori

  • ADVERTORIAL
  • Bursa
  • Digital
  • Ekonomi Bisnis
  • Entertainment
  • Film
  • Internasional
  • Kedai
  • Kesehatan
  • Komoditi
  • Lifestyle
  • Musik
  • News
  • OPINI
  • Otomotif
  • PROMOTED
  • Properti
  • Sosok
  • Sport
  • Tak Berkategori
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • XL SATU Raih Customer Journey Experience Award 2025
  • AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru
  • Asmo Kalbar Edukasi Safety Riding ke Pelajar SMA Santu Petrus
  • Semakin Bersinar, Dirut Bank Kalbar Dinobatkan sebagai CEO Bankers of The Year 2025

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.