“KSP akan terus mengawal koordinasi lintas kementerian dan lembaga, menjaga kelancaran ekspor yang sah, memperkuat kepastian regulasi, dan memastikan pengelolaan mineral strategis tetap berpihak pada kepentingan nasional,” imbuh Prof. Dr. Dudung Abdurachman.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelaksanaan layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) di sektor mineral.
Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), Sucofindo berperan aktif sebagai verifikator independen untuk memastikan ekspor komoditas mineral berjalan akurat, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Untuk itu, Sucofindo terus meningkatkan kapabilitas teknisnya melalui modernisasi teknologi dan inovasi layanan, khususnya pada pengelolaan mineral strategis serta Logam Tanah Jarang.
“Sucofindo berkomitmen terus memperkuat kapabilitas layanan TIC guna mendukung kebutuhan industri mineral, termasuk agenda hilirisasi, melalui layanan verifikasi yang independen, akurat, dan akuntabel,” kata Agus.
Pelindo Dukung Kelancaran Ekspor
Direktur PT Indonesia Chemical Alumina, Arief Abidin, mengatakan seluruh proses administrasi ekspor telah diselesaikan sehingga perusahaan dapat kembali menjalankan kegiatan ekspor secara normal.
“Hari ini ekspor PT ICA kembali berjalan. Pengiriman tahap awal sebanyak 40 kontainer akan kami lanjutkan secara bertahap hingga sekitar 200 kontainer dalam satu pekan. Ini menjadi momentum penting bagi keberlangsungan operasional perusahaan dan kepastian bagi seluruh rantai bisnis kami,” ujarnya.
Sebagai operator pelabuhan, Pelindo memastikan kesiapan layanan kepelabuhanan untuk mendukung kelancaran ekspor hasil hilirisasi tersebut.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan Pelindo telah menyiapkan dukungan operasional dan layanan kepelabuhanan guna memastikan kegiatan ekspor dapat berjalan dengan lancar.
“Kami siap memberikan layanan kepelabuhanan yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran ekspor PT ICA. Kami memastikan kesiapan fasilitas, peralatan, dan layanan operasional agar arus barang dapat berjalan dengan aman, lancar, dan efisien,” kata Farid.
Sebagai langkah lanjutan, Pelindo juga tengah menyiapkan skema pengalihan secara bertahap aktivitas ekspor menuju Terminal Kijing. Terminal tersebut memiliki kapasitas pelayanan yang lebih besar dan mampu melayani kapal berukuran lebih besar sehingga dapat mendukung peningkatan efisiensi rantai logistik.
Farid kemudian menjelaskan, Pelindo telah mempersiapkan tambahan peralatan bongkar muat, termasuk rencana kedatangan crane baru pada akhir Agustus, serta berkoordinasi dengan berbagai perusahaan pelayaran seperti Samudera Indonesia, TEMAS, SPIL, dan operator lainnya guna memastikan kesiapan operasional terminal.
“Ke depan, aktivitas ekspor komoditas strategis akan diarahkan secara bertahap ke Terminal Kijing. Dengan kapasitas terminal yang lebih besar dan dukungan infrastruktur yang terus kami perkuat, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mendukung pertumbuhan ekspor dan pengembangan industri hilirisasi di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Selain mendukung ekspor PT ICA, Pelindo menyatakan kesiapannya dalam menyediakan layanan kepelabuhanan bagi pengembangan industri hilirisasi bauksit di Kalimantan Barat, termasuk untuk mendukung pengembangan smelter maupun infrastruktur pendukung lainnya ke depan.
Kembalinya ekspor produk alumina PT ICA menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program hilirisasi nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, BUMN, operator pelabuhan, dan pelaku usaha diharapkan semakin memperkuat ekosistem industri pengolahan mineral dalam negeri, meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.**












Discussion about this post