Ke tiga interpreuneur atau pengusaha. Kelompok ini bisa berkontribusi dalam menampung tenaga kerja,menciptakan lapangan kerja baru, menyalurkan Corporate Sosial Responsibiliti (CSR), membayar pajak dengan lancar, maka negara akan mampu membangun berbagai fasilitas untuk masyarakat.
“Oleh karenanya, mari kita besatu padu saling mendukung, saling mengingatkan dan saling berkontribusi, agar negara kita semakin kokoh dan semakin jaya. Jika ada hal hal yang perlu dibicarakan mari kita bicarakan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, tidak perlu harus melakukan tindakan yang justru akan menjerat dirinya sendiri,” tutur Suhadi.
Sementara itu Camat Tanah Pinoh Budiman, menyambut baik dillaksanakan coffe morning dan pertemuan ini. Budiman berharap jangan sampai berhenti sampai di sini, tetapi perlu ada pertemuan-pertemuan berikutnya, mungkin dua bulan atau tiga bulan sekali.
“Hal ini penting, agar apabila pihak perusahaan ada kebijakan yang telah diformulasikan, melalui forum pertemuan seperti ini, kesalah pahaman yang krap terjadi akan bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, bahwa pertemuan ini sebagai wadah untuk menampung keluhan dan mencari solusi yang solutif. Banyak permasalahan-permasalahan sosial yang penyelesaiaannya tidak harus melalui peradilan, tetapi bisa dilakukan secara restorastis justice.
“Namun jika masalahnya berulang dengan pelaku yang sama, maka pihaknya siap mendukung langkah yang dilakukan oleh perusahaan,” imbuh Budiman.
Sementara itu beberapa kades dan peserta coffe morning menyampaikan terima kasih atas kecepatan Mukti Plantation dalam merespon harapan masyarakat, seperti perbaikan jalan menuju desa, pemberian bea siswa bagi warga kami di Perguruan Tinggi Pontianak dan Singkawang dan bantuan lain dalam bentuk pemberian ternak kambing, babi dan ternak ikan. Kesemuanya sangat besar manfaatnya bagi masyarakat setempat.
Mereka juga merespon positif penawaran Area Manajer Mukti Plantation Melawi, Rudolf Sihombing, yang menawarkan pelatihan cara berkebun kelapa sawit kepada masyarakat, agar masyarakat dalam berkebun bisa menghasilkan secara maksimal dan tidak salah dalam memilih bibit sawit.**










Discussion about this post