Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 di perairan internasional dan menahan para aktivis serta jurnalis di dalamnya.
Di antara korban penahanan ilegal tersebut adalah dua jurnalis media Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai (Wartawan Foto/Anggota PFI). Pencegatan bersenjata terhadap kapal kemanusiaan ini terjadi di wilayah perairan bebas (internasional), di sekitar 300 mil laut dari pantai Gaza atau dekat perairan Siprus.
Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo menyatakan, tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.
Menurut laporan di Command Center GSF, dua wartawan Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai terkonfirmasi diculik oleh tantara Israel (IDF). Kapal-kapal yang mereka naiki, yakni Boralize dan Ozgurluk sempat lama kehilangan kontak dan tak diketahui nasibnya. Pada pukul 21.00 WIB, akhirnya dipastikan kedua kapal diintersepsi.














Discussion about this post