
Pada puncak acara, Perwakilan Bank Indonesia (KP2 BI) Kalimantan Barat memperkenalkan sekaligus meluncurkan desain baru kain tenun ikat Sintang khas Desa Umin Jaya, khusus untuk produk pakaian atau ready to wear (RtW) yang siap ekspor.
Selain tenun yang juga tak kalah menarik, adalah penyelenggaraan Festival LiberiKhatulistiwa. Kompetisi kopi khas Kalbar ini diikuti 30 orang peracik kopi Liberika yang saat ini tengah gencar dikembangkan dan telah menembus pasar global. Diharapkan dalam kegiatan ini akan muncul barista-barista profesional.
Dalam upaya meningkatkan UMKM naik kelas, BI juga menyediakan klinik UMKM dengan layanan sertifikat halal dan lainnya serta Pojok UMKM layanan one stop service serta pendampingan dari Halal Center guna membantu UMKM memenuhi kewajiban sertifikasi halal.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Sugeng Hariadi berharap, event akbar ini akan memantik kunjungan wisatawan yang trennya terus meningkat. Dengan event Saprahan Khatulistiwa 2026, dia berharap terjadi peningkatan kunjungan wisatawan di angka 14,5 juta wisatawan hingga tahun 2026.
“Sebenarnya target kita dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) sudah terlampaui, yakni hanya 9 jutaan saja dan hingga tahun 2029 ditagetkan 11 juta lebih, sementara sampai tahun 2025 sudah mencapai 13 juta,” ujar Sugeng.
Ia mengungkapkan, kunjungan wisatawan di Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 31 persen. Pada bulan Januari – Februari 2026 tercatat jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 1,9 juta, saat ini sudah meningkat menjadi 2,3 juta kunjungan.
“Harapan kita ini akan semakin membaik, meskipun sektor pemerintah uangnya berkurang karena kebijakan efisiensi, diharapkan perekonomian masyarakat tetap baik ditopang dengan sektor perkebunan, karet, kelapa sawit dan pertanian maupun para perdagangan. Kondisi ini harus terus dijaga, terutama dari segi keamanan. Itu yang sangat penting,” imbuhnya.
Sugeng juga mengucapkan terima kasih kepada BI yang telah menginisiasi kegiatan Saprahan Khatulistiwa bersama Kalbar Food Festival. Ia mengapresiasi upaya BI dalam meningkatkan kualitas dan produk kerajinan tenun masyarakat yang menjadi budaya turun temurun untuk terus meningkatkan produksi serta kualitas agar bisa masuk pasar global. **














Discussion about this post