Telkomsel resmi membuka Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 yang bertema “Level Up The Future with AI” di SMA Negeri 1 Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis 30 April 2026. Program tanggung jawab sosial tahunan milik Telkomsel yang telah berjalan sejak 2016 ini kembali hadir untuk membekali ribuan pelajar SMA/SMK dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara kreatif, aman, dan produktif sesuai dengan prinsip BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif).
Setelah pembukaan di Cimahi (21 Januari), IBFEST berlanjut ke Jambi (5 Februari), dan Pontianak (30 April), hingga acara penutup di Surakarta (30 April). IBFEST Series 10 menghadirkan tiga kegiatan utama yaitu AI Camp Training dengan tiga jalur kreativitas (Creativa, Syntech, dan Cyberlite); AI Workshop untuk siswa, guru, dan orang tua; serta diskusi inspiratif yang menghadirkan praktisi AI dan pegiat literasi digital.
Inisiatif IBFEST ini sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, serta Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS) untuk memastikan generasi muda terlindungi dan berkembang secara positif di era digital.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Sukaryadi, M.Si. menyampaikan, “Kami mengapresiasi konsistensi Telkomsel melalui Internet BAIK Festival dalam membekali generasi muda dengan keterampilan digital dan AI. Kami berharap pelajar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Ini adalah langkah krusial untuk mencetak inovator yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa.”
Vice President Consumer Business Telkomsel Area Pamasuka, Muharlis menambahkan, di Internet BAIK Festival Series 10 ini, kami ingin memastikan generasi muda tidak hanya mengenal AI sebagai tren, tetapi mampu menggunakannya sebagai alat yang solutif. AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator kreativitas dan kapabilitas manusia.
“Semangat ini sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan melalui berbagai solusi lainnya seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, dan by.U,” ujarnya.
Tiga Jalur Pembelajaran Berbasis AI
IBFEST Series 10 membagi peserta ke dalam tiga jalur peminatan agar pembelajaran lebih fokus dan relevan:
Creativa (Seni Digital): Jalur bagi pelajar yang ingin mengeksplorasi seni dengan bantuan AI, seperti pembuatan musik, film pendek, poster bergerak, hingga cerita ilustrasi digital.
Syntech (Inovasi & Solusi): Fokus pada pengembangan solusi praktis untuk masalah sehari-hari. Pelajar diajak membuat aplikasi sederhana, mini-games edukatif, atau prototipe produk digital.
Cyberlite (Keamanan Digital): Jalur edukasi keamanan siber yang kreatif. Peserta diajak membuat konten kampanye seperti film pendek tentang bahaya deepfake, gerakan “Saring Before Sharing”, atau poster edukasi anti-penipuan (anti-scam).
Edukasi Menyeluruh: Siswa, Guru, Orang Tua
Selain AI Camp Training, IBFEST juga menggelar AI Workshop yang disesuaikan dengan peran masing-masing peserta dalam ekosistem pendidikan:
Untuk Pelajar
Materi “Generative AI 101 dan Praktik Singkat AI Kreatif” mengajarkan cara untuk mengekspresikan ide secara etis dan kreatif.
Untuk Guru
Mengangkat tema “AI in Education & Digital Safety: Membimbing Siswa di Era Cerdas Digital”, memperkuat peran guru sebagai mentor digital yang mampu mengintegrasikan AI dalam metode pengajaran di sekolah.














Discussion about this post