Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat (Kalbar) pada triwulan III tahun 2025 tercatat bertumbuh solid di angka 5,31 persen secara tahunan (yoy). Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,12 persen.
Penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Kalbar adalah pertambangan dan penggalian sebesar 33,96 persen, disusul konstruksi 9,96 persen. Jasa lainnya sebesar 6,82 persen, informasi dan komunikasi 6,62 persen dan industri pengolahan 5,99 persen.
“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi juga dialami oleh impor barang dan jasa sebagai komponen pengurang sebesar 37,93 persen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Muh Saichudin dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu 5 November 2025 secara daring.
Menurut BPS, sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan adalah pertanian, kehutanan dan perikanan yang bertumbuh sebesar 2,95 persen. Sementara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB), perekonomian Kalbar mencapai Rp 82.695,18 miliar dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp 42.996,98 miliar.
Jika dilihat secara kumulatif hingga triwulan III 2025 (ctc) pereknomian Kalbar juga tercatat mengalami pertumbuhan positif, yaitu sebesar 5,30 persen. Dari sisi produksi Lapangan Usaha Pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 29,61 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada impor barang dan jasa sebagai komponen pengurang sebesar 59,41 persen.
Struktur ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan III-2025 didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,50 persen, industri pengolahan 16,02 persen, perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor 13,89 persen dan konstruksi 12,36 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT), yaitu sebesar 48,02 persen, PMTB 36,19 persen dan impor barang dan jasa sebagai komponen pengurang sebesar 16,64 persen.
Jika dibandingkan dengan lima provinsi di Kalimantan, maka provinsi Kalimantan Barat berada pada posisi ke dua dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,31 persen secara tahunan (yoy).












Discussion about this post