Di tengah tantangan ekonomi domestik, Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat tetap optimistis, bahwa event akbar Saprahan Khatulistiwa 2026 akan memberikan kinerja yang positif. Optimisme tersebut, tercermin dari target strategis yang telah ditetapkan, yaitu realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp 2,65 miliar, business matching penjualan sebesar Rp 2,10 miliar, keterlibatan 30 UMKM dalam program inkubasi bisnis berorientasi ekspor, serta target kunjungan masyarakat sebanyak 21.400 orang.
“Di tengah dinamika perekonomian global dan domestik yang masih penuh tantangan, Kalimantan Barat patut bersyukur karena stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dengan baik,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya ketika memberikan sambutan pada puncak acara Saprahan Khatulistiwa 2026 di parkiran Ayani Megamall Pontianak, Senin 4 Mei 2026.
Event akbar Bank Indonesia berkolaborasi dengan Kalbar Food Festival ini dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali dengan pemintalan kain tenun bersama Sekda Kalbar dr H Harisson, M.Kes didampingi Kepala KPw BI Kalbar, Doni Septadijaya.

Kalbar Food Festival yang digawangi oleh Edi Hartono sebelumnya, telah berhasil memecahkan rekor Muri Lontong Sukadana terbanyak yang berlangsung bertepatan dengan CFD (Car Free Day) di Pontianak, pada Minggu pagi 3 Mei 2026.
Dalam Saprahan Khatulistiwa menghadirkan beragam agenda unggulan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai strategis. Berbagai kegiatan seperti edukasi Ngander Kapuas, perlombaan LiberiKhatulistiwa, Kalbar Food Festival, Temu Bisnis UMKM, sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta QRIS, bincang wastra, hingga fashion show dirancang untuk memperkuat promosi, edukasi, dan pengembangan kapasitas UMKM serta pariwisata.
Sementara itu, Expo UMKM dengan dukungan lebih dari 60 booth UMKM akan terus berlangsung hingga 10 Mei 2026. Ini diharapkan dapat semakin memperluas peluang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha lokal.
Doni mengatakan, kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, termasuk menahan kenaikan harga BBM subsidi, memberikan dampak dengan terjaganya daya beli masyarakat, sekaligus menjaga iklim usaha di sektor riil. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dalam konteks tersebut, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat peran sebagai katalisator pembangunan ekonomi daerah, melalui berbagai program strategis yang berfokus pada pengembangan UMKM lokal agar semakin naik kelas,” tegasnya.
Upaya itu diwujudkan melalui peningkatan produktivitas berbasis pengembangan klaster dengan mekanisme Good Agriculture Practice, pelaksanaan inkubasi bisnis, onboarding digitalisasi, showcase UMKM unggulan, hingga fasilitasi business matching pembiayaan dan penjualan.
Sebagai wujud nyata komitmen terhadap pengembangan UMKM yang terintegrasi, Bank Indonesia secara konsisten menyelenggarakan Saprahan Khatulistiwa sebagai flagship event tahunan. Tahun ini mengusung tema “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”.

Menurut Doni, tema ini mencerminkan semangat besar guna memperkuat ekonomi daerah melalui tiga tujuan strategis utama. Pertama, mendorong penguatan kelembagaan UMKM agar mampu terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas, kuat, dan berkelanjutan melalui fasilitasi business matching.














Discussion about this post