Ke dua, memperkuat sinergi pengembangan UMKM dan pariwisata Kalimantan Barat guna meningkatkan eksposur pasar yang lebih potensial. Ke tiga, memperkuat keuangan inklusif melalui pemanfaatan teknologi, khususnya melalui perluasan adopsi sistem pembayaran digital bagi UMKM dan sektor jasa pariwisata.
“Untuk mencapai target tersebut, rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2026 dirancang secara lebih holistik, melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali menyampaikan, bahwa event Saprahan Khatulistiwa merupakan upaya Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, keuangan inklusif dan digitalisasi sistem pembayaran.
“Kita berharap, UMKM di Kalimantan Barat akan terus bertumbuh dan naik kelas dengan beragam produk unggulannya menembus pasar regional, nasional hingga global dan menjadi penopang perekonomian daerah,” ujarnya.
Ricky mengungkapkan, di tengah ketidakpastian global saat ini, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi. Sementara pada tingkat daerah, Kalimantan Barat mencatat kinerja yang membanggakan, dengan pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,39 persen secara tahunan (yoy) Â sepanjang tahun 2025, dan menempatkan provinsi ini sebagai tertinggi pertumbuhan ekonominya di wilayah Kalimantan.
“Ini luar biasa. Kalimantan Barat berhasil menunjukkan, bahwa momentum pemulihan dan ekspansi ekonomi daerah semakin kuat,” tegas Ricky.
Momentum Percepat Transformasi UMKM
Saprahan Khatulistiwa diharapkan tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam mempercepat transformasi UMKM dan pariwisata Kalimantan Barat menuju ekosistem ekonomi yang lebih maju, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang semakin kuat, Kalimantan Barat optimistis mampu melahirkan UMKM unggulan yang siap bersaing di pasar nasional maupun global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” kata Doni Septadijaya, Kepala Perwakilan BI Kalimantan Bart.

Puncak kegiatan, Main Event Saprahan Khatulistiwa 2026 dihelat mulai 4 hingga 6 Mei 2026 di Ayani Mega Mall Pontianak. Sementara pada tahap pre-event, sejumlah agenda strategis telah sukses dilaksanakan, seperti Temu UMKM dalam bentuk forum dan capacity building, partisipasi dalam Expo UMKM x Sampoerna Fest dan Loka Kreasi, pelatihan serta sertifikasi desa wisata prioritas bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Barat, program Inkubator Bisnis Bank Indonesia (INKUBBI), hingga pelatihan pengembangan motif Tenun Sintang untuk menghasilkan produk ready-to-wear.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia Kalimantan Barat komitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak utama pengembangan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan UMKM lokal yang inklusif, terdigitalisasi, dan berdaya saing global.
“Keberhasilan penyelenggaraan Saprahan Khatulistiwa 2026, tentu tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, instansi vertikal, perbankan dan lembaga keuangan, asosiasi, komunitas, pelaku usaha, media massa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif,” imbuh Doni. **














Discussion about this post