Posisi pertama diduduki oleh Kalimantan Tengah sebesar 5,36 persen, disusul Kalimantan Selatan sebesar 5,19 persen, Kalimantan Utara 4,61 persen dan Kalimantan Timur sebesar 4,26 persen.
Dari kontribusi PDRB menurut pulau, maka Kalimantan memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia di angka 8,02 persen, dengan pertumbuhan sebesar 4,70 persen secara tahunan (yoy).
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 tertinggi tercatat di wilayah Jawa, diikuti Sulawesi- Maluku-Papua (Sulampua), Sumatera, Bali-Nusa Tenggara (Balinusra) dan Kalimantan.
Bank Indonesia (BI) yang merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia, mengungkapkan dari sisi pengeluaran, PDB triwulan III 2025 ditopang oleh kinerja ekspor yang tetap baik, serta konsumsi pemerintah yang meningkat.
Ekspor bertumbuh sebesar 9,91 persen (yoy) selaras dengan permintaan mitra dagang utama yang masih kuat. Konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 5,49 persen (yoy) didorong oleh akselerasi belanja pemerintah.
Sementara konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,89 persen (yoy) seiring dengan aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat. Konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 4,28 persen (yoy). Investasi juga tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy) sejalan dengan realisasi penanaman modal yang tetap tumbuh positif.
“Dari sisi Lapangan Usaha (LU) seluruh LU utama pada triwulan III 2025 menunjukkan kinerja positif, kecuali LU Pertambangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso.
Menurut BI, LU Perdagangan serta LU Informasi dan Komunikasi sebagai kontributor utama tumbuh baik, seiring dengan peningkatan permintaan eksternal dan terjaganya permintaan domestik. **

















Discussion about this post