ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Senin, Juli 27, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Konsumsi Kental Manis, Sebabkan Anak Stunting

Matrabisnis by Matrabisnis
4 Agustus 2024
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
Kolaborasi YAICI bersama PP Muslimat NU menemukan tiga dari lima keluarga dengan anak stunting di Pontianak mengonsumsi kental manis sebagai susu anak-anaknya.(ist)

Kolaborasi YAICI bersama PP Muslimat NU menemukan tiga dari lima keluarga dengan anak stunting di Pontianak mengonsumsi kental manis sebagai susu anak-anaknya.(ist)

ADVERTISEMENT

“Ada satu rumah yang anaknya juga stunting, ternyata rumah tersebut dihuni oleh 4 keluarga. Masing-masing keluarga sudah memiliki anak bahkan ada satu keluarga memiliki delapan anak, dan ditambah dengan orang tua. Jadi satu rumah tersebut ditinggali oleh sekitar 21 orang. Bagaimanapun ini tidak sehat, kami harap ini dapat menjadi perhatian pemerintah setempat,” jelas Arif.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan PJ Gubernur Kalbar dr Harrison yang dilakukan di Kantor Gubernur Provinsi Kalbar, terungkap faktor-faktor penyebab sulitnya penurunan angka stunting di Kalimantan Barat.

READ ALSO

Diduga Langgar Etik Penagihan, OJK Panggil Kredivo

MBG di Kalbar Jangkau Lebih dari Satu Juta Penerima Manfaat

“Stunting di Kalbar disebabkan oleh faktor lingkungan sebanyak 40 persen, sebanyak 30 persen disebabkan oleh perilaku masyarakat dan sisanya karena layanan kesehatan,” jelas dr Harrison.

Selain itu, persoalan lingkungan seperti sanitasi dan ketersediaan air bersih di beberapa kabupaten seperti Kapuas Hulu belum begitu baik, sehingga meningkatkan penyakit infeksi pada balita. Sementara faktor perilaku masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat yang masih abai terhadap kebutuhan gizi anak.

ADVERTISEMENT

“Di sini ikan banyak dan mudah didapat. Tapi ikan-ikan ini lebih banyak dijual lalu dibelikan makanan instan. Lalu mengenai susu, seharusnya yang diberikan susu murni, bukan susu kental manis. Ini kan isinya gula. Ini juga kekhawatiran kita karena angka diabetes di Kalbar juga tinggi. Ke depannya bisa memicu serangan penyakit degenerative, bisa jantung, mata” jelas dr Harrison.

ADVERTISEMENT

Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU, Erna Yulia Sofihara berkata, pihaknya akan menindaklanjuti temuan persoalan dari kunjungan keluarga tersebut, salah satunya melalui pendampingan keluarga.

“Saat ini kami juga sedang menggencarkan program Ibu Asuh stunting. Kelima keluarga tersebut selanjutnya akan didampingi oleh satu kader yang akan memonitor, mengedukasi dan memastikan keluarga tersebut menerapkan pemberian gizi yang cukup untuk anak dan keluarga dan PHBS. Keluarga juga akan mendapat sejumlah bantuan untuk pemenuhan gizi anak,” jelas Erna. **

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anak stuntingKetua Harian YAICI Arif Hidayatkolaborasi YAICI bersama PP Muslimat NUmengkonsumsi kental manisMuslimat Nahdlatul Ulama dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI)PJ Gubernur Kalbar dr Harrison
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beradu Gagasan Kampanyekan Keselamatan Berkendara

Next Post

Jelang HUT RI, PLN Nyalakan Listrik 13 Desa di Sintang

Related Posts

Diduga Langgar Etik Penagihan, OJK Panggil Kredivo
News

Diduga Langgar Etik Penagihan, OJK Panggil Kredivo

25 Juli 2026
MBG di Kalbar Jangkau Lebih dari Satu Juta Penerima Manfaat
News

MBG di Kalbar Jangkau Lebih dari Satu Juta Penerima Manfaat

24 Juli 2026
Perkuat Sinergi 4K, Gubernur Kalbar Pimpin High Level Meeting TPID
News

Perkuat Sinergi 4K, Gubernur Kalbar Pimpin High Level Meeting TPID

24 Juli 2026
Tersangkut Jaring Nelayan, Seekor Penyu Sisik Dilepasliarkan ke Laut
News

Tersangkut Jaring Nelayan, Seekor Penyu Sisik Dilepasliarkan ke Laut

24 Juli 2026
Pelindo Regional 2 Pontianak Jalin Kerjasama dengan Kejati Kalbar
News

Pelindo Regional 2 Pontianak Jalin Kerjasama dengan Kejati Kalbar

24 Juli 2026
Beri Informasi Menyesatkan, OJK Cabut Izin Waperd
News

OJK Identifikasi Aset DSI yang Diduga Menggunakan Dana Lender

24 Juli 2026
Next Post
Jelang HUT RI, PLN Nyalakan Listrik 13 Desa di Sintang

Jelang HUT RI, PLN Nyalakan Listrik 13 Desa di Sintang

Format Tuding Muprov Kadin Tak Sah

Format Tuding Muprov Kadin Tak Sah

Indeks Literasi Keuangan Indonesia 65,43 Persen

Indeks Literasi Keuangan Indonesia 65,43 Persen

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Diduga Langgar Etik Penagihan, OJK Panggil Kredivo
  • Asmo Kalbar Gelar Edukasi SR, #Cari_aman di SMAN 5 Pontianak
  • Asmo Kalbar Luaskan Kampanye #Cari_aman dalam Dialog Interaktif RRI Pontianak
  • MBG di Kalbar Jangkau Lebih dari Satu Juta Penerima Manfaat
  • Indosat Business Luncurkan Solusi Manajemen Energi Berbasis AI

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.