ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Kamis, September 10, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Konsumsi Kental Manis, Sebabkan Anak Stunting

Matrabisnis by Matrabisnis
4 Agustus 2024
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
Kolaborasi YAICI bersama PP Muslimat NU menemukan tiga dari lima keluarga dengan anak stunting di Pontianak mengonsumsi kental manis sebagai susu anak-anaknya.(ist)

Kolaborasi YAICI bersama PP Muslimat NU menemukan tiga dari lima keluarga dengan anak stunting di Pontianak mengonsumsi kental manis sebagai susu anak-anaknya.(ist)

ADVERTISEMENT

“Ada satu rumah yang anaknya juga stunting, ternyata rumah tersebut dihuni oleh 4 keluarga. Masing-masing keluarga sudah memiliki anak bahkan ada satu keluarga memiliki delapan anak, dan ditambah dengan orang tua. Jadi satu rumah tersebut ditinggali oleh sekitar 21 orang. Bagaimanapun ini tidak sehat, kami harap ini dapat menjadi perhatian pemerintah setempat,” jelas Arif.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan PJ Gubernur Kalbar dr Harrison yang dilakukan di Kantor Gubernur Provinsi Kalbar, terungkap faktor-faktor penyebab sulitnya penurunan angka stunting di Kalimantan Barat.

READ ALSO

Sarjito Dilantik sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS

DAD Pontianak Soroti Potensi Norjemah Pihtar Untan untuk Pelestarian Bahasa Dayak

“Stunting di Kalbar disebabkan oleh faktor lingkungan sebanyak 40 persen, sebanyak 30 persen disebabkan oleh perilaku masyarakat dan sisanya karena layanan kesehatan,” jelas dr Harrison.

ADVERTISEMENT

Selain itu, persoalan lingkungan seperti sanitasi dan ketersediaan air bersih di beberapa kabupaten seperti Kapuas Hulu belum begitu baik, sehingga meningkatkan penyakit infeksi pada balita. Sementara faktor perilaku masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat yang masih abai terhadap kebutuhan gizi anak.

ADVERTISEMENT

“Di sini ikan banyak dan mudah didapat. Tapi ikan-ikan ini lebih banyak dijual lalu dibelikan makanan instan. Lalu mengenai susu, seharusnya yang diberikan susu murni, bukan susu kental manis. Ini kan isinya gula. Ini juga kekhawatiran kita karena angka diabetes di Kalbar juga tinggi. Ke depannya bisa memicu serangan penyakit degenerative, bisa jantung, mata” jelas dr Harrison.

Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU, Erna Yulia Sofihara berkata, pihaknya akan menindaklanjuti temuan persoalan dari kunjungan keluarga tersebut, salah satunya melalui pendampingan keluarga.

“Saat ini kami juga sedang menggencarkan program Ibu Asuh stunting. Kelima keluarga tersebut selanjutnya akan didampingi oleh satu kader yang akan memonitor, mengedukasi dan memastikan keluarga tersebut menerapkan pemberian gizi yang cukup untuk anak dan keluarga dan PHBS. Keluarga juga akan mendapat sejumlah bantuan untuk pemenuhan gizi anak,” jelas Erna. **

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anak stuntingKetua Harian YAICI Arif Hidayatkolaborasi YAICI bersama PP Muslimat NUmengkonsumsi kental manisMuslimat Nahdlatul Ulama dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI)PJ Gubernur Kalbar dr Harrison
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beradu Gagasan Kampanyekan Keselamatan Berkendara

Next Post

Jelang HUT RI, PLN Nyalakan Listrik 13 Desa di Sintang

Related Posts

OJK Setujui Perluasan Wilayah Usaha Gadai Elektronik Jakarta
News

Sarjito Dilantik sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS

10 September 2026
DAD Pontianak Soroti Potensi Norjemah Pihtar Untan untuk Pelestarian Bahasa Dayak
News

DAD Pontianak Soroti Potensi Norjemah Pihtar Untan untuk Pelestarian Bahasa Dayak

9 September 2026
DJP Kalbar Bentuk Generasi Juara Sadar Pajak dari Sekolah Rakyat
News

DJP Kalbar Bentuk Generasi Juara Sadar Pajak dari Sekolah Rakyat

9 September 2026
Insan Maritim Peduli Gelar Pembagian Masker dan Sembako Gratis di Taman Alun Kapuas
News

Insan Maritim Peduli Gelar Pembagian Masker dan Sembako Gratis di Taman Alun Kapuas

8 September 2026
Aksi Astra Motor Kalbar Peduli di Tengah Kabut Asap Kalimantan
News

Aksi Astra Motor Kalbar Peduli di Tengah Kabut Asap Kalimantan

8 September 2026
Lagi, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan dari Dampak Karhutla
News

Lagi, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan dari Dampak Karhutla

5 September 2026
Next Post
Jelang HUT RI, PLN Nyalakan Listrik 13 Desa di Sintang

Jelang HUT RI, PLN Nyalakan Listrik 13 Desa di Sintang

Format Tuding Muprov Kadin Tak Sah

Format Tuding Muprov Kadin Tak Sah

Indeks Literasi Keuangan Indonesia 65,43 Persen

Indeks Literasi Keuangan Indonesia 65,43 Persen

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Terkencang di FP Valencia, Ramadhipa Tembus Enam Besar Moto3 Junior
  • Sarjito Dilantik sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS
  • OJK Setujui Perluasan Wilayah Usaha Gadai Elektronik Jakarta
  • KLHN 2026, Perwakilan Asmo Kalbar Berhasil Masuk 10 Besar
  • SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G Dukung Aktivitas Digital

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.