Harga berbagai komoditas yang bergerak naik di awal tahun 2024, memantik inflasi di 5 kabupaten/kota Kalimantan Barat sebesar 2,75 persen secara tahunan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terkerek dari 102,59 pada Januari 2023 menjadi 105,41 pada Januari 2024. Sementara pergerakan inflasi secara bulanan (mtm) sebesar 0,37 persen dan inflasi year to date (ytd) sebesar 0,37 persen.
“Penyumbang utama inflasi bulan Januari 2024 secara mtm adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,35 persen. Sedangkan komoditas penyumbang utamanya adalah bawang merah, sawi hijau, ikan tongkol, tomat dan cumi-cumi,” jelas Muh Saichudin, Kepala BPS Kalimantan Barat (Kalbar) ketika menggelar rilis BPS di kantornya, Kamis 2 Februari 2024.
Saichudin mengungkapkan peristiwa sepanjang Januari 2024. Tercatat pada 1 Januari, Pertamina telah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Kali ini tidak naik, melainkan turun di kisaran Rp 450 – Rp 1.100 atau turunnya sekira 3 – 6 persen.
Selanjutnya, harga tiket pesawat udara juga melandai saat memasuki low season, usai perayaan Natal dan Tahun Baru serta liburan sekolah. Di sisi lain kondisi cuaca yang masih tidak menentu akibat cuaca ekstrim dan peningkatan curah hujan, menyebabkan produksi beberapa komoditas pertanian, seperti sayur-sayuran dan ikan menjadi terganggu.
Selain itu, kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang turut menyumbang pergerakan inflasi, terjadi kenaikan rerata sebesar 10 persen pada 2023 dan 2024. Kenaikan tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2022.
Walau demikian, ekonomi negara mitra dagang utama tetap bertumbuh. “Permintaan global masih tumbuh positif, meskipun melambat, sehingga masih mendorong pertumbuhan perdagangan luar negeri,” kata Saichudin.
Berdasarkan catatan BPS, inflasi mtm tertinggi terjadi di Kabupaten Kayong Utara sebesar 0,56 persen dan terendah di Sintang sebesar 0,21 persen. Secara tahunan, tingkat inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang, angkanya 4,31 persen dan terendah di Kota Singkawang sebesar 1,93 persen.

















Discussion about this post