Jika dilihat berdasarkan wilayah, maka seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan. Tertinggi terjadi di Papua Tengah sebesar 4,76 persen, terendah di Kapulauan Bangka Belitung sebesar 1,12 persen.
Khusus Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Kapulauan Riau sebesar 1,21 peren. Di Jawa, tertinggi inflasinya ada di Jawa Barat sebesar 3,02 persen. Sementara di Sulawesi, angka inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 4,04 persen. Di Bali dan Nusa Tenggara juga terjadi inflasi tertinggi di NTB sebesar 2,87 persen.
Penyumbang utama inflasi bulan Januari 2024 secara mtm adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,35 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi antara lain, bawang merah, sawi hijau, ikan tongkol, tomat, dan cumi-cumi.
Sedangkan penyumbang inflasi secara tahunan (yoy) adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1.94 persen. Komoditas penyumbang utamanya adalah beras, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras.
Kelompok transportasi juga memiliki andil pergerakan inflasi, angkanya 0,21 persen. ” Komoditas penyumpang utama inflasi pada kelompok ini, adalah angkutan udara, sepeda motor dan mobil. Sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memiliki andil 0,15 persen. Penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan, bedak dan sabun mandi cair,” kata Saichudin.**
Pewarta/Editor : Yuli.S

















Discussion about this post