ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Kamis, Juni 4, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi Bisnis

Ekonom Kalbar Sorot Dana Bagi Hasil Sawit

Matrabisnis by Matrabisnis
26 Januari 2023
in Ekonomi Bisnis
Reading Time: 3 mins read
A A
Ekonom Kalimantan Barat, Prof Dr Eddy Suratman bersama jurnalis Fojekha.(matra)

Ekonom Kalimantan Barat, Prof Dr Eddy Suratman bersama jurnalis Fojekha.(matra)

ADVERTISEMENT

EKONOM Kalimantan Barat, Prof DR Eddy Suratman menyorot dana bagi hasil sawit, yang disebutnya harus jelas basis perhitungannya, apakah luas lahan, apakah produksi, apakah ekspor atau gabungan dari itu.

“Ini sudah menjadi tuntutan provinsi-provinsi penghasil sawit. Pertemuannya sudah beberapa kali sejak Februari 2022. Saya kira pertemuan penghasil itu, merupakan ujung dari keinginan lama dari provinsi penghasil sawit, untuk ikut menikmati pendapatan dari hasil sawit,” ucap Eddy Suratman kepada jurnalis yang tergabung dalam Fojekha (Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa).

READ ALSO

BPR dan BPRS Hadapi Persaingan Semakin Ketat

Pelabuhan Kijing Pemantik Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Menurut Eddy, selama ini penghasil sawit banyak mengalami eksternalitas negatif, di mana banyak jalan yang rusak akibat angkutan TBS atau CPO, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari situ. Makanya mereka bersepakat dan mencari masalahnya dari mana.

“Kalau bagi hasil pajak kan jelas, pajaknya jelas, dapat uang dibagi. Kalau lihat pajak penghasilan itu, dari 100 persen dikumpulkan pemerintah, 80 persen ditahan pusat, 20 persen dikembalikan ke daerah. Dari 20 persen itu, 8 persen ke provinsi dan 12 persen ke kabupaten kota. Lha bagi hasil sawit ini belum jelas,” ucap Eddy.

Dia menyebut, membaca usulan dari daerah penghasil sawit, bahwa mereka berharap dari bea keluar dan dari pungutan ekspor, itu jelas ada uangnya. Bea keluar dipungut oleh Bea Cukai dan pungutan ekspor dipungut oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak), jika digabungkan totalnya berapa per tahun.

Pengamat ekonomi ini mencontohkan, misalnya nilainya Rp 60 triliun, maka berapa persen yang mau dibagikan. Harus ada perhitungan basis bagi hasil atau cara membaginya. Berapa yang ditahan pusat, berapa ke kabupaten/kota dan harus dipertegas lagi, daerah penghasil itu siapa.

ADVERTISEMENT

“Kalau pengusaha tertentu itu punya sawitnya 50 hektar saja, sudah bisa jadi daerah penghasil atau siapa. Definisi ini harus jelas,” tegas Eddy.

Menurut dia, yang menikmati eksternalitas negatif bukan hanya daerah penghasil saja, yang bukan penghasil pun jalannya rusak juga. Kalau Kalbar itu bagi hasilnya untuk jalan, baik provinsi maupun kabupaten kota, yang terkena dampak negatif dari pengangkutan TBS maupun sawit.

“Karena itu harus ada perhitungan, sekian persen untuk kabupaten penghasil, sekian persen untuk daerah lainnya, sebagai pemerataan supaya ada menutupi kekecewaan, bahwa mereka pernah menikmati eksternalitas negatif,” ucapnya.

Eddy mengatakan, setelah jelas perhitungannya, juga harus dibicarakan lagi, bahwa uang ini boleh digunakan untuk apa, itu akan diatur dalam PP yang saat ini sedang dipersiapkan oleh Menteri Keuangan.

ADVERTISEMENT

“Uangnya boleh untuk apa. Apakah boleh hanya untuk perbaikan jalan atau boleh yang lain, misalnya dibagikan kepada petani atau apa. Itu akan diatur semua,” ujarnya.

Soal penghitungan dana bagi hasil ini, menurut Eddy Suratman, harus betul-betul diperhatikan dan disepakati, jangan sampai salah hitung. Karena untuk Kalbar sendiri yang selama ini ekspornya dikirim melalui Riau atau Sumatera Utara, jangan sampai dirugikan, sebab ekspor Kalbar seolah-olah produksi dari daerah lain.

Surat Gubernur Kalbar Sutarmidji ke Kemenkeu menyebutkan, bahwa luas lahan Kalbar yang begitu besar, berproduksi setahun sekira 6,6 juta ton. Bisa diasumsikan, 20 persennya digunakan untuk lokal, 80 persennya saja yang diekspor, dengan harga asumsi terendah yakni 1.500 dolar, maka potensi kontribusi Kalbar pada penerimaan devisa negara bisa di angka Rp 115 triliun per tahun.

Page 1 of 2
12Next
Tags: dana bagi hasil sawitEKONOM Kalimantan BaratProf DR Eddy Suratman
ADVERTISEMENT
Previous Post

Larangan Ekspor Bauksit akan Meningkatkan Industrialisasi

Next Post

Gunakan PLN Mobile, Dapatkan Hadiah Mobil Listrik

Related Posts

BPR dan BPRS Hadapi Persaingan Semakin Ketat
Ekonomi Bisnis

BPR dan BPRS Hadapi Persaingan Semakin Ketat

3 Juni 2026
Pelabuhan Kijing Pemantik Pertumbuhan Ekonomi Tinggi
Ekonomi Bisnis

Pelabuhan Kijing Pemantik Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

26 Mei 2026
XLSMART Catat Pertumbuhan Kinerja yang Solid
Ekonomi Bisnis

XLSMART Catat Pertumbuhan Kinerja yang Solid

24 Mei 2026
Kinerja Bank Kalbar Meningkat Signifikan, Kepercayaan Masyarakat Terus Menguat
Ekonomi Bisnis

BPD Tumbuh Solid di Tengah Persaingan Industri Perbankan

22 Mei 2026
Impact+ Hadirkan Puluhan Merek Material Bangunan Ternama
Ekonomi Bisnis

Impact+ Hadirkan Puluhan Merek Material Bangunan Ternama

21 Mei 2026
OJK Terbitkan Peraturan Derivatif Keuangan dengan Aset Berupa Efek
Ekonomi Bisnis

OJK Terbitkan Aturan Baru Perusahaan Efek dan Manajer Investasi

21 Mei 2026
Next Post
Gunakan PLN Mobile, Dapatkan Hadiah Mobil Listrik

Gunakan PLN Mobile, Dapatkan Hadiah Mobil Listrik

Pegawai PLN Mengajar di Sekolah Darurat

Pegawai PLN Mengajar di Sekolah Darurat

Bensin Turut Andil Menyumbang Kemiskinan

Bensin Turut Andil Menyumbang Kemiskinan

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • BPR dan BPRS Hadapi Persaingan Semakin Ketat
  • Mahasiswa FK Untan Dalami Kesehatan Lingkungan dan K3
  • Telkomsel Salurkan Perlengkapan Sekolah bagi 300 Pelajar di Kalimantan
  • Yarsi Pontianak Bagikan Hewan Kurban
  • Di Tengah Tekanan Global, APBN Kalbar Tetap Tumbuh Positif

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
BPR dan BPRS Hadapi Persaingan Semakin Ketat
Ekonomi Bisnis

BPR dan BPRS Hadapi Persaingan Semakin Ketat

by Matrabisnis
3 Juni 2026
0

BPR dan BPRS menghadapi persaingan yang semakin ketat, termasuk pada penyaluran kredit atau pembiayaan kepada segmen mikro dan kecil yang...

Read more
Mahasiswa FK Untan Dalami Kesehatan Lingkungan dan K3

Mahasiswa FK Untan Dalami Kesehatan Lingkungan dan K3

2 Juni 2026
Telkomsel Salurkan Perlengkapan Sekolah bagi 300 Pelajar di Kalimantan

Telkomsel Salurkan Perlengkapan Sekolah bagi 300 Pelajar di Kalimantan

30 Mei 2026
Yarsi Pontianak Bagikan Hewan Kurban

Yarsi Pontianak Bagikan Hewan Kurban

30 Mei 2026
Di Tengah Tekanan Global, APBN Kalbar Tetap Tumbuh Positif

Di Tengah Tekanan Global, APBN Kalbar Tetap Tumbuh Positif

29 Mei 2026

Recent Posts

  • BPR dan BPRS Hadapi Persaingan Semakin Ketat
  • Mahasiswa FK Untan Dalami Kesehatan Lingkungan dan K3
  • Telkomsel Salurkan Perlengkapan Sekolah bagi 300 Pelajar di Kalimantan
  • Yarsi Pontianak Bagikan Hewan Kurban

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.