Seiring dengan semakin banyaknya kendaraan listrik mengaspal di Indonesia, pertumbuhan tempat isi ulang daya listrik atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) juga terus bertambah, dan diproyeksikan terus meningkat hingga 2030. Di Kalimantan Barat, saat ini pun sudah menyediakan dua SPKLU PLN yang ditempatkan di Kubu Raya, dan Kota Singkawang, selanjutnya menyusul di Kabupaten Sanggau.
Kehadiran SPKLU di Kota Singkawang sejak 29 Agustus 2022 lalu, disambut antusias oleh warga setempat, meskipun keberadaan mobil elektrik atau mobil listrik masih terbatas. Pemilik pertama mobil listrik di Singkawang ketika itu, adalah dr Santoso owner RS Harapan Bersama.
Saat ini sudah bermunculan belasan mobil listrik. Namun untuk kendaraan motor listrik dan sepeda elektrik sudah lumayan banyak di Singkawang. Achmad Meidiansyah, Manager PLN UP3 Singkawang, mengungkapkan, bahwa SPKLU Singkawang berkapasitas 60 KW dengan tiga konektor.
“Bila isi baterai atau cas mobil dari awal nol persen hanya butuh waktu 30 menit hingga 1,5 jam saja sudah penuh,” jelas Mediansyah kepada sejumlah jurnalis, Jumat, 9 Desember 2022.
Nah, mobil yang sudah 100 persen full pengisian ini, menurut dia, bisa menempuh perjalanan ke Pontianak atau dari Pontianak ke Singkawang hanya menyedot baterai sebanyak 45 persen saja. Sangat irit.
Sementara tarif listrik atau biaya penggunaan fasilitas pengecasan di SPKLU PLN terbilang murah. Hanya sekira Rp 1.400 per kWh. Namun pembayarannya tidak bisa dilakukan secara tunai, melainkan dengan nontunai menggunakan aplikasi PLN Mobile.
Karena termasuk pelayanan baru, PLN UP3 Singkawang selalu melakukan simulasi memperkenalkan pelayanan pengisian mobil listrik tersebut, dan rajin mensosialisasikannya kepada masyarakat. Bahkan rencananya akan ada touring ke kota Sambas dengan kendaraan listrik.
“Rencana touring akan kita lakukan sekitar bulan Januari atau Februari. Sekaligus kita perkenalkan pengisian baterai bagi kendaraan elektrik di daerah ini,” jelas Mediansyah.
SPKLU di Kota Singkawang dibuka 24 jam, sehingga kapan saja masyarakat bisa mengecas kendaraannya dengan biaya yang lumayan murah.
Keberadaan SPKLU ini dikatakan Hendra Fattah, Humas PLN UIW Kalimantan Barat, merupakan komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah mendorong kendaraan listrik berbasis baterai. Dia juga mengajak masyarakat agar lebih tertarik menggunaan kendaraan listrik, karena lebih hemat dan praktis.
“Tak perlu repot-repot cari bahan bakar, tinggal colok saja,” imbuhnya.

















Discussion about this post