Namun, selalu baca aturan pakai, jika Anda ingin mengonsumsi obat itu. Apalagi bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti menderita penyakit liver atau penyakit ginjal, berat badan di bawah batas normal atau underweight, dan sedang mengonsumsi obat lain.
Mengutip dari NHS Inform (nhsinform.scot), orang dewasa dan anak-anak memiliki dosis paracetamol yang berbeda. Umumnya, orang dewasa bisa mengonsumsi satu hingga dua tablet paracetamol berukuran 500 mg tiap empat hingga enam jam sekali. Namun, jangan sampai mengonsumsi lebih dari delapan tablet berukuran 500 mg dalam kurun 24 jam.
Untuk anak-anak berusia di bawah 16 tahun, dosis yang bisa dikonsumsi lebih sedikit daripada orang dewasa. Ada beberapa faktor yang menentukan dosis anak-anak, seperti berat badan atau usia. Anda bisa bertanya pada tenaga kesehatan untuk mendapat dosis yang tepat.
Meski jarang terjadi, tapi efek samping paracetamol tetap perlu Anda perhatikan. Beberapa efek samping yang bisa muncul adalah, tekanan darah menurun, denyut jantung meningkat, reaksi alergi, jumlah sel darah putih atau trombosit menurun, dan gangguan pada ginjal atau liver.
NHS Inform juga mengatakan bahwa paracetamol dapat menyebabkan gangguan, saat Anda mengonsumsi jenis obat yang lain. Contohnya, obat epilepsi, obat kanker, obat diabetes tipe 2, obat kejang, obat mudal, dan obat muntah.
Maka dari itu, selalu perhatikan saran pemakaian dokter atau label yang tertera. Tak hanya menimbulkan efek samping, mengonsumsi paracetamol tidak sesuai dengan aturan bisa menimbulkan overdosis. Hal itu menyebabkan gangguan yang lebih serius dan berbahaya.
Walau manfaat paracetamol cukup beragam, dan obat ini cenderung aman dikonsumsi, paracetamol tetap mengantongi peringatan tertentu. Salah satu bahaya mayor yang dikaitkan dengan konsumsi paracetamol, adalah kerusakan pada organ hati akibat penggunaan berlebihan.
Risiko ini bisa terjadi, karena hati merupakan organ yang menyingkirkan paracetamol dari aliran darah.Terlalu banyak mengonsumsi paracetamol, dapat membebani fungsi organ hati dan memicu kerusakan yang lebih parah, termasuk gagal hati. Hindari alkohol jika tengah menjalani terapi dengan paracetamol, karena dapat menambah beban pada organ hati. ** Ant
Berita ini telah terbit di Tabloid Matra Bisnis Edisi Oktober 2021

















Discussion about this post