Kota Pontianak semakin meriah dalam dua pekan ini, lantaran hadirnya 354 atlet bulutangkis dari 16 negara yang berlaga dalam Polytron Pontianak Indonesia Master 2026 di GOR Terpadu Pontianak selama enam hari, 1-6 September 2026. Sebelumnya sukses menggeber Polytron Pontianak International Challenge 2026, dengan Indonesia tampil sebagai juara umum.
Aksi laga para master bulutangkis ini memang paling ditunggu masyarakat, terbukti dengan pemesanan tiket sejak jauh-jauh hari, bahkan tiga hari menjelang akhir pertandingan tiket sudah sold out.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Master, Yuni Kartika mengonfimasi kehadiran para peserta, yang semula dijadwalkan 17 negara, namun setelah manager meeting jumlah negara yang memastikan hadir hanya 16, Finlandia mengundurkan diri. Sehingga total peserta 354 atlet.
“Semula peserta 17 negara yang akan hadir, namun kemudian Finlandia mengundurkan diri, sehingga yang pasti hadir dan bertanding dalam turnamen ini sebanyak 16 negara,” kata Yuni dalam konferensi pers di Hotel Aston Pontianak, Senin 31 Agustus 2026.
Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta berasal dari Tiongkok, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam dan Kanada.
Kehadiran peserta dari Asia, Eropa, hingga Amerika Utara semakin memperkuat atmosfer persaingan internasional di turnamen ini. Indonesia sebagai tuan rumah menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 107 atlet, disusul Chinese Taipei 79 atlet, India 34 atlet, Tiongkok 29 atlet dan Thailand 22 atlet.

Daya tarik Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 semakin kuat dengan kehadiran sejumlah pemain top Indonesia yang akan tampil di hadapan publik tuan rumah. Deretan nama tersebut mencakup pemain berpengalaman hingga talenta muda, yang tengah dipersiapkan untuk menjadi bagian penting dari kekuatan bulutangkis Indonesia.
Di sektor tunggal putra, Indonesia akan menurunkan Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas M. Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah dan Christian Adinata
Sementara di sektor tunggal putri, sejumlah wakil Indonesia yang akan bertanding adalah Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo, dan Dalila Aghnia Puteri.
Persaingan sektor ganda putra juga akan diramaikan sejumlah pasangan Indonesia, di antaranya Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio, serta Aquino Evano Keneddy Tangka/Ikhsan Lintang Pramudya.
Di sektor ganda putri, Indonesia akan diperkuat oleh Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia, serta Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo. Sementara itu, sektor ganda campuran menghadirkan sejumlah pasangan menarik, termasuk Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.
Turnamen ini menawarkan total hadiah sebesar US$120.000. Besarnya hadiah dan poin ranking yang diperebutkan, membuat persaingan dipastikan berlangsung semakin ketat sejak awal hingga babak final.
Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 merupakan kolaborasi antara Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Pengprov PBSI Kalimantan Barat, dan Polytron sebagai sponsor utama, menjadi wujud sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan kompetisi bulutangkis internasional di daerah, dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
“Peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak sebagai tuan rumah,” kata Yuni.
“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujarnya.
Menurut Yuni, antusiasme masyarakat pada International Challenge sangat luar biasa. Ia berharap, atmosfer tersebut kembali hadir, bahkan lebih meriah di Indonesia Masters.
“Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, kami ingin semakin banyak Badminton Lovers yang datang ke GOR Terpadu A Yani dan ikut merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional,” imbuhnya.
Momentum Penting bagi Kalbar
Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat Joko Sularso,S.H menyambut positif kehadiran Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Menurutnya, penyelenggaraan dua turnamen internasional secara berurutan, menjadi momentum penting bagi perkembangan bulutangkis di Kalimantan Barat (Kalbar).
“Ini momentum yang sangat baik untuk bulutangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu yang berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat ke level BWF World Tour Super 100. Ini menunjukkan bahwa Pontianak memiliki potensi dan kapasitas untuk menjadi salah satu kota penyelenggara event bulutangkis internasional,” kata Joko
Ia juga berharap kehadiran para pemain nasional dan internasional juga memberikan dampak positif bagi pembinaan atlet-atlet muda di Kalimantan Barat. Mereka bisa melihat langsung kualitas pertandingan di level internasional dan mendapatkan motivasi untuk berkembang.









Discussion about this post