Akhir turnamen bulutangkis Polytron Pontianak International Challenge 2026 dipuncaki dengan pertandingan babak final pada Minggu, 30 Agustus 2026 di GOR Terpadu Pontianak, Kalimantan Barat. Lima pertandingan berlangsung seru dan mendebarkan sejak siang hingga menjelang malam hari. Indonesia sukses mendominasi kemenangan.
Pertarungan pertama diawali oleh laga pasangan ganda putri dari Chinesse Taipei, Tsai Tuo Lin dan Wang Yi Zhen berhadapan dengan pemain Korea, Kim Yu Jung dan Lee Yu Lim. Permainan ini dimenangkan oleh pasangan dari Korea, Kim Yu Jung dan Lee Yu Lim dua set dengan skor 21-5 dan 21 – 14.
Usai meraih kemenangan, Kim Yu Jung mengaku sempat merasakan ketegangan sebelum pertandingan dimulai. Namun setelah laga berjalan dalam beberapa menit, ia mampu menyesuaikan ritme lawan, dan kemudian mengendalikan permainan.
“Setelah sekian lama, kami kembali mencapai final turnamen internasional. Awalnya memang sedikit gugup dan penasaran, seperti apa jalannya pertandingan. Namun, setelah beberapa menit berlaga dan mempelajari karakter permainan lawan, kami mengatur strategi dan berhasil memenangkan pertandingan,” tutur Kim.
Pasangan ini menyatakan bangga bisa membawa pulang kemenangan dan hadiah yang telah disiapkan penyelenggara.
Pertandingan ke dua menampilkan pasangan ganda putra senegara Indonesia, Wahyu Agung Prasetyo dan Pulung Ramadhan melawan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Patra Harapan Rindorindo.
Berasal sama-sama satu negara, pertarungan pasangan ini berlangsung sengit dan saling kejar poin, membuat penonton yang memenuhi stadion bergemuruh tanpa henti. Di set pertama pasangan Wahyu Agung Prasetyo dan Pulung Ramadhan menang tipis 22-20 atas lawannya.
Namun di set ke dua Wahyu dan Pulung berhasil melibas lawannya dengan manis melalui skor 21-15. Kemenangan berhasil direngkuh Wahyu dan Pulung hanya dalam tempo cepat dua gim saja. Mereka naik podium menyandang gelar juara pertama di Polytron Pontianak International Challenge 2026.

“Alhamdulillah senang banget bisa dapat gelar juara. Karena ini adalah pertandingan perdana kami setelah menjadi pasangan baru. Dan, kita cocok, kompak dalam mengatur permainan, sehingga membuahkan hasil memuaskan,” ujar Wahyu sembari memperlihatkan medali kemenangannya.
Pertarungan ronde ke tiga dimainkan oleh pebulutangkis tunggal putri asal India, Tanvi Patri berhadapan dengan Kim Min Sun dari Korea. Pemenangnya adalah Tanvi Patri melalui permainan apik dua set dengan skor 21-5 dan 21-6. Sejak awal Tanvi tampil dominan dan konsisten, ia berhasil mengunci lawan hanya dua set permainan dan menang telak.
Tak kalah seru dan paling mendebarkan adalah pertandingan ronde ke empat yang menampilkan pasangan ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu melawan Sheng-Ming Lin dan Liang Ching Sun dari Taipei.









Discussion about this post