ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Senin, Agustus 31, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Tiga Buaya Sinyulong Dievakuasi dari Nelayan Dusun Teredu

Matrabisnis by Matrabisnis
31 Agustus 2026
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
Tiga ekor anakan buaya Sinyulong yang dievakuasi Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak dari nelayan sungai Dusun Teredu Desa Anjungan Dalam, Mempawah, Kalbar, Minggu. (ist)

Tiga ekor anakan buaya Sinyulong yang dievakuasi Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak dari nelayan sungai Dusun Teredu Desa Anjungan Dalam, Mempawah, Kalbar, Minggu. (ist)

ADVERTISEMENT

Tiga Ekor “Baringayong” yang merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Dayak Kanayatn/Ahe di Kalimantan Barat untuk merujuk pada Buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii)  berukuran masing masing 33 centimeter berhasil dievakuasi dari nelayan sungai Dusun Teredu di Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah.

Satwa dilindungi Penuh itu saat ini tengah menjalani rehabilitasi di Tempat Penampungan Sementara di Kantor Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak. Buaya Sinyulong tersebut ditemukan dari hasil pengambilan telur di sarang kemudian menetas di dalam rumah milik nelayan Dusun Teredu.

READ ALSO

Lemas Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Diselamatkan BKSDA dan YIARI

Sapa Warga Pontianak, Legenda Bulutangkis Owi dan Hendrawan Disambut Antusias

Proses evakuasi berawal dari laporan masyarakat, terkait adanya anakan buaya yang menetas dan diindikasikan hendak diperdagangkan oleh salah satu warga Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.

Informasi tersebut diteruskan ke Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak untuk dapat dilakukan evakuasi lebih lanjut. Setelah menerima laporan, Tim Respon Cepat Balai PK Pontianak, pagi itu juga langsung bergerak cepat melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan warga serta instansi terkait guna mengetahui perkembangan kondisi satwa dilindungi tersebut.

Tim yang didampingi oleh Praktisi Ahli melakukan perjalanan dari Kota Pontianak menuju ke lokasi dan tiba pukul 12.00 WIB. Setibanya di lokasi, Tim langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengecekan terkait kondisi buaya tersebut, sesuai dengan standar prosedur penyelamatan satwa (Animal Welfare).

Pemantauan dan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap tiga ekor anakan buaya Sinyulong dilakukan secara dalam jaringan (daring) melalui panggilan video bersama dokter hewan spesialis, drh. Rio dari Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

Dari hasil evaluasi klinis awal, kondisi kesehatan ketiga individu satwa secara umum terpantau cukup baik. Namun demikian, determinasi jenis kelamin belum dapat dipastikan, mengingat ukuran satwa yang masih sangat kecil dengan rata-rata Panjang Total (Total Length) 33 cm.

Pada area ventral abdomen ketiga anakan buaya tersebut, masih dijumpai sisa kantung kuning telur (yolk sac). Kondisi ini menempatkan satwa pada kriteria rentan mengalami retensi penyerapan kuning telur yang berisiko memicu infeksi jika tidak tertangani secara optimal.

Sebagai langkah medis pencegahan, drh. Rio menyarankan pembuatan wadah inkubasi/pemeliharaan sementara selama periode rehabilitasi guna memastikan proses penyerapan yolk sac berjalan sempurna, di bawah pemantauan intensif secara berkala.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan untuk meninjau lokasi penemuan sarang telur buaya Sinyulong di Kecamatan Anjungan dan Kecamatan Toho pascapemeriksaan kondisi satwa.

Secara hidrologis, perairan di kedua lokasi administratif tersebut berada dalam satu bentang aliran sungai yang menyatu. Konfirmasi mengenai keberadaan populasi buaya Sinyulong di kawasan tersebut, disebabkan oleh kondisi habitat yang mendukung serta diperkuat oleh informasi dari masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

Dion dan Along, warga Kecamatan Toho yang sehari-hari beraktivitas sebagai pencari ikan, menyatakan, bahwa kawasan perairan terhubung tersebut, memang merupakan habitat alami buaya Sinyulong sejak lama.

Penemuan buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii) di wilayah baru, terutama di luar ekosistem rawa gambut atau sungai air hitam yang menjadi habitat utamanya, merupakan kejadian penting yang memicu respons konservasi dan mitigasi interaksi manusia dan satwa.

Indikasi Penyebab Pergeseran ke Daerah Baru memungkinkan terjadi, bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor seperti : Degradasi dan Fragmentasi Habitat yaitu Alih fungsi lahan rawa gambut dan penyempitan koridor sungai memaksa individu menjelajah lebih jauh untuk mencari ruang hidup.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Balai PK Pontianakberhasil dievakuasi dari nelayan sungai Dusun TereduBuaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii)dokter hewan spesialis drh. RioSy. Iwan Taruna Alkadrie selaku Kepala Balai PK PontianakTiga Ekor "Baringayong"
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nilai Transaksi Aset Kripto Capai Rp 20,52 Triliun

Next Post

Operator Seluler Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet

Related Posts

Lemas Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Diselamatkan BKSDA dan YIARI
News

Lemas Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Diselamatkan BKSDA dan YIARI

31 Agustus 2026
Sapa Warga Pontianak, Legenda Bulutangkis Owi dan Hendrawan Disambut Antusias
News

Sapa Warga Pontianak, Legenda Bulutangkis Owi dan Hendrawan Disambut Antusias

29 Agustus 2026
BI Kalbar dan FJPI Gelar Literasi CBP
News

BI Kalbar dan FJPI Gelar Literasi CBP

29 Agustus 2026
XLSMART Salurkan Bantuan Lanjutan bagi Masyarakat Terdampak Bencana di NTT
News

XLSMART Salurkan Bantuan Lanjutan bagi Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

27 Agustus 2026
Mahasiswa Untan Kembangkan Wall Inspect, Alat Deteksi Retakan Dinding Berbasis AI
News

Mahasiswa Untan Kembangkan Wall Inspect, Alat Deteksi Retakan Dinding Berbasis AI

27 Agustus 2026
Kapolda Kalbar Turut Padamkan Api di Dua Titik Karhutla
News

Kapolda Kalbar Turut Padamkan Api di Dua Titik Karhutla

27 Agustus 2026
Next Post
Operator Seluler Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet

Operator Seluler Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Operator Seluler Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet
  • Tiga Buaya Sinyulong Dievakuasi dari Nelayan Dusun Teredu
  • Nilai Transaksi Aset Kripto Capai Rp 20,52 Triliun
  • Lemas Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Diselamatkan BKSDA dan YIARI
  • Polytron Pontianak International Challenge 2026 Usai, Indonesia Dominasi Kemenangan

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.