ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Senin, September 28, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Ribuan Telur Penyu Tak Bertuan Diserahkan ke Balai PK Pontianak

Matrabisnis by Matrabisnis
9 Agustus 2026
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
Telur Penyu saat diteropong menggunakan bantuan cahaya untuk melihat kondisi isi telur serta memantau tumbuh kembang embrio di dalamnya. (dok sealife indonesia)

Telur Penyu saat diteropong menggunakan bantuan cahaya untuk melihat kondisi isi telur serta memantau tumbuh kembang embrio di dalamnya. (dok sealife indonesia)

ADVERTISEMENT

Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak, Kalimantan Barat menerima penyerahan barang bukti sebanyak 1.286 butir telur penyu dari Balai Karantina Kalbar dan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Temajuk.

Penyerahan barang bukti tersebut merupakan bagian dari sinergitas antar lembaga dalam upaya menjaga satwa diindungi di Kalimantan Barat.  Upaya penyelamatan satwa dan ekosistem laut terus diperkuat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Salah satunya dengan pencegahan aktivitas penyelundupan satwa dilindungi.

READ ALSO

Desa Sejahtera Astra Bengkaung Diresmikan, Dorong Potensi Desa Berkelanjutan

Dukung Penanganan Karhutla di Kubu Raya, PT Pegadaian Salurkan 50 Unit Bantuan Perlengkapan dan Vitamin untuk Petugas Lapangan

Baru-baru ini, Balai PK Pontianak menerima penyerahan barang bukti berupa 1.286 butir telur penyu dari dua lokasi berbeda di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Temuan pertama berasal dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, sebanyak 96 butir yang ditemukan oleh personel Satgas Pamtas TNI AD Gabma saat melaksanakan patroli, pada 4 Agustus 2026, malam.

Telur penyu tersebut ditemukan di dalam kardus tanpa tuan di sebuah semak-semak. Temuan ke dua, sebanyak 1.190 butir di sebuah kapal di pelabuhan penumpang Sintete, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, pada 5 Agustus 2026, oleh Balai Karantina Kalbar.

Ribuan telur satwa dilindungi itu diduga berasal dari Kepulauan Riau, yang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya saat petugas Karantina Kalbar melakukan pemeriksaan.  Menindaklanjuti temuan tersebut, Balai PK Pontianak, selaku unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjalankan fungsi pengelolaan jenis ikan dilindungi, kemudian mengevakuasi telur-telur tersebut ke kantor Balai PK Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.

Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak bersama dokter hewan dari Sealife Indonesia saat melakukan pemeriksaan terhadap 1.286 butir telur penyu. (dok sealife indonesia)

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menegaskan penanganan temuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memastikan perlindungan jenis ikan dilindungi berjalan sesuai dengan ketentuan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, setiap temuan harus ditangani secara hati-hati, baik dari aspek konservasi, teknis, administrasi, maupun penegakan hukum. “Karena itu, kami terus membangun koordinasi dengan seluruh instansi terkait agar setiap tahapan penanganannya dapat dilakukan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Iwan.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian penyu di Indonesia.

“Penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengambil, memperjualbelikan, mengangkut, maupun memanfaatkan penyu dan telurnya secara tidak sah. Apabila masyarakat menemukan aktivitas atau temuan terkait jenis ikan dilindungi, segera laporkan kepada petugas atau instansi berwenang agar dapat ditangani sesuai prosedur,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Balai PK Pontianak menyampaikan apresiasi kepada Karantina Indonesia Kalbar, Satgas Pamtas TNI AD Gabma Temajuk, PSDKP Pontianak, tenaga medis Sealife Indonesia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan temuan tersebut.

“Sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan perlindungan penyu dan jenis ikan dilindungi lainnya dapat berjalan secara efektif,” ujarnya.

Balai PK Pontianak mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan penyu, telur penyu, maupun aktivitas pemanfaatan jenis ikan dilindungi yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan.

Identifikasi dan pemeriksaan kondisi Telur

Setelah proses serahterima barang bukti, ribuan telur penyu tersebut dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan dari Sealife Indonesia, yang meliputi indentifikasi jenis telur dengan metode pengukuran diameter dan berat telur serta pemeriksaan fertilitas telur dengan metode candling.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Balai Karantina Kalbar dan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Temajuk.Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) PontianakDrh. Dwi Suprapti Marine Megafauna specialist - Yayasan Sealife IndonesiaKepala Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak Syarif Iwan Taruna Alkadrietelur penyu
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hambatan Ekspor Mineral Selesai, Aktivitas Pengapalan Dimulai Kembali

Next Post

Untan Buka Program Doktor Administrasi Publik

Related Posts

Desa Sejahtera Astra Bengkaung Diresmikan, Dorong Potensi Desa Berkelanjutan
News

Desa Sejahtera Astra Bengkaung Diresmikan, Dorong Potensi Desa Berkelanjutan

27 September 2026
Dukung Penanganan Karhutla di Kubu Raya, PT Pegadaian Salurkan 50 Unit Bantuan Perlengkapan dan Vitamin untuk Petugas Lapangan
News

Dukung Penanganan Karhutla di Kubu Raya, PT Pegadaian Salurkan 50 Unit Bantuan Perlengkapan dan Vitamin untuk Petugas Lapangan

26 September 2026
Industri Dana Pensiun Bertumbuh, Total Aset Capai Rp 1,6 Triliun
News

Industri Dana Pensiun Bertumbuh, Total Aset Capai Rp 1,6 Triliun

26 September 2026
Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi: Obrolan Santai Menuju Generasi #Cari_aman
News

Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi: Obrolan Santai Menuju Generasi #Cari_aman

26 September 2026
Kalbar Borong Lima Apresiasi TPID dan TP2DD Terbaik 2026
News

Kalbar Borong Lima Apresiasi TPID dan TP2DD Terbaik 2026

25 September 2026
KDMP Kalbar Catat Transaksi Rp 400 Juta Lebih
News

KDMP Kalbar Catat Transaksi Rp 400 Juta Lebih

25 September 2026
Next Post
PPIBT Untan Masuk 15 Inkubator Terpilih Nasional

Untan Buka Program Doktor Administrasi Publik

Sensus Ekonomi 2026 di Kalbar Capai 68,62 Persen dari Target 82 Persen

Sensus Ekonomi 2026 di Kalbar Capai 68,62 Persen dari Target 82 Persen

DPD Astindo Kalbar Resmi Dideklarasikan

DPD Astindo Kalbar Resmi Dideklarasikan

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Desa Sejahtera Astra Bengkaung Diresmikan, Dorong Potensi Desa Berkelanjutan
  • Dukung Penanganan Karhutla di Kubu Raya, PT Pegadaian Salurkan 50 Unit Bantuan Perlengkapan dan Vitamin untuk Petugas Lapangan
  • Penerimaan Cukai Hingga Agustus Capai Rp 174,8 Miliar
  • XLSMART Future Ready akan Rekrut Seribu Talenta Muda
  • Industri Dana Pensiun Bertumbuh, Total Aset Capai Rp 1,6 Triliun

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.