Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis dalam rangka menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, serta memperkenalkan petugas sensus ke masyarakat yang siap memotret ekonomi dari ujung negeri.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh Edy Mahmud, menegaskan, bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus yang komprehensif, karena tidak hanya mendata seluruh kegiatan ekonomi mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga besar, tetapi juga mencakup aspek sosial ekonomi rumah tangga, dari sektor pertanian, industri, perdagangan, hingga jasa.
Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi ekonomi para pelaku usaha sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan oleh pemerintah.
“Pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kalimantan Barat didukung oleh petugas lapangan yang telah direkrut secara terbuka sebanyak 4.701 orang melalui proses seleksi dan wawancara di seluruh kabupaten/kota. Khusus di Kabupaten Sambas, jumlah petugas yang dibutuhkan sebanyak 569 orang,” ungkap Edy.

Ia juga turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas pendataan yang datang secara resmi serta mengisi data sesuai kondisi sebenarnya. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu khawatir atas kerahasiaan data yang diberikan karena Undang-Undang menjamin kerahasiannya.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 digelar di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas pada Sabtu 13 Juni 2026, yang juga dikenal sebagai wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gema Membangun Desa ke-2 Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat.












Discussion about this post