Berkat suntikan modal dari Bank Kalbar, perkembangan usahanya sangat signifikan. Jika dulu produksi hanya 10 kg per hari, kini usaha produksi tahu miliknya mampu menghasilkan hingga 250 kg per hari.
Produksinya yang buka setiap hari mulai pukul 07.00 pagi hingga 17.00 sore ini kini tidak hanya dinikmati warga Sanggau Ledo saja. Jangkauan pemasarannya telah meluas hingga ke wilayah Seluas, Bengkayang Kota, hingga perbatasan Jagoi Babang.
Usaha ini juga telah menyerap tenaga kerja lokal dan menjadi penopang kebutuhan pangan masyarakat di perbatasan. Di akhir wawancara, Wahyudin memberikan pesan inspiratif bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha.
“Pesan saya untuk masyarakat, jangan ragu untuk melebarkan sayap dan jangan ragu untuk berekspansi usahan. Kalau butuh modal usaha, ada Bank Kalbar. Bank Kalbar adalah Bank Kite Punye Kite,”imbuhnya.
Kisah Wahyudin menjadi bukti nyata komitmen Bank Kalbar untuk terus hadir sebagai mitra tumbuh UMKM di seluruh pelosok Kalimantan Barat, dari kota hingga perbatasan. **












Discussion about this post