Ketekunan lebih dari dua dekade membuahkan hasil manis bagi Wahyudin, pelaku usaha Produksi Tahu asal Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sejak merintis usaha pada tahun 2002, ia kini berhasil mengembangkan usahanya hingga 25 kali lipat berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Kalbar.
Wahyudin memulai usahanya dengan penuh keterbatasan. Dengan modal yang pas-pasan, produksi awalnya hanya mampu menghasilkan 10 kg tahu per hari. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu memenuhi tingginya permintaan tahu dari masyarakat setempat.
Melihat peluang yang besar namun terkendala modal, Wahyudin kemudian memberanikan diri mengajukan Kredit Usaha Rakyat kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar).
“Alhamdulillah prosesnya cepat dan tidak ribet, asalkan permohonannya lengkap. Kredit KUR bisa cair dengan cepat,” ungkap Wahyudin.

Menurutnya, kunci agar pengajuan KUR disetujui adalah usahanya jelas, tidak pernah ada kredit macet, serta adanya keterbukaan terkait perputaran usaha kepada pihak Bank.












Discussion about this post