PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak terus mempercepat pengembangan layanan dan infrastruktur Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat, memperlancar arus logistik, serta memperkuat peran pelabuhan sebagai penggerak perekonomian daerah.
Pelabuhan Kijing yang diresmikan Presiden ke 7 Joko Widodo pada 2022 tersebut, kini menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi pembangunan fasilitas maupun peningkatan arus barang.
Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan media gathering yang mempertemukan puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan siber di Kalimantan Barat dengan jajaran manajemen PT Pelindo Regional 2 Pontianak pada Rabu dan Kamis, 21 – 22 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para jurnalis juga berkesempatan melihat langsung aktivitas bongkar muat dan fasilitas operasional Pelabuhan Kijing.

General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Dewa Cipta Hadi, mengatakan perkembangan Pelabuhan Kijing terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas kepelabuhanan dan kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.
“Sejak diresmikan oleh Presiden ke 7 bapak Joko Widodo pada 2022, perkembangan Pelabuhan Kijing sangat pesat. Kami terus bekerja sama dengan mitra-mitra strategis untuk mengembangkan pelabuhan ini menjadi pelabuhan berstandar internasional,” ujar Dewa.
Ia menjelaskan, PT Pelindo Regional 2 Pontianak mengelola sejumlah pelabuhan, yakni Pelabuhan Pontianak (Dwikora), Kijing, Sintete, Pemangkat, dan Ketapang. Khusus di Pelabuhan Kijing, pengembangan dilakukan melalui pengelolaan kawasan penunjang kepelabuhan serta kerja sama dengan investor untuk mendukung peningkatan aktivitas dan kapasitas layanan.
Peningkatan aktivitas kunjungan kapal menjadi salah satu indikator perkembangan Pelabuhan Kijing. Berdasarkan perbandingan kinerja triwulan III 2025 dan triwulan III 2026, kunjungan kapal meningkat sekitar 43,1 persen dari 534 unit menjadi 764 unit, sedangkan GT kapal naik 61,5 persen dari 2.011848 GT menjadi 3.249.210 GT.
“Untuk Troughtput peti kemas di Terminal Kijing dari bulan Juni 2026 hingga September 2026 sudah mencapai 2.221 TEU,s ” jelas Dewa.
Pertumbuhan juga terlihat pada sejumlah jenis kargo. Aktivitas bongkar general cargo meningkat hampir 316,2 persen, curah cair naik 72,1 persen, bag cargo tumbuh 13,9 persen, dan curah kering meningkat 100,5 persen, kenaikan didapatkan dari realisasi yang sama pada periode sebelumnya.












Discussion about this post