Penguatan CASA menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun struktur pendanaan yang lebih efisien dan kompetitif. Dengan struktur dana yang semakin kuat, Bank Kalbar memiliki ruang yang lebih baik untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga efisiensi biaya dana.
“Penguatan CASA menjadi salah satu prioritas kami. Kami ingin membangun struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien, sehingga Bank Kalbar dapat terus meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar rokidi.
Di tengah pertumbuhan bisnis tersebut, kualitas kredit tetap menjadi perhatian utama. Pada September 2026, Bank Kalbar mencatat rasio NPL Net sebesar 0,86 persen dan NPL Gross sebesar 2,35 persen.
Indikator ini menjadi bagian dari pemantauan kualitas aset dan pengelolaan risiko untuk memastikan ekspansi kredit tetap dilakukan secara terukur dan berlandaskan prinsip kehati-hatian.
Rokidi menegaskan, bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak semata-mata diukur dari besarnya angka bisnis, tetapi juga dari kemampuan bank menjaga kepercayaan masyarakat, mengelola risiko, serta menghadirkan layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Dengan capaian hingga Triwulan III Tahun 2026, Bank Kalbar terus memperkuat fondasi bisnis melalui pertumbuhan kredit dan pembiayaan, peningkatan profitabilitas, penguatan CASA, serta pengelolaan kualitas aset.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Bank Kalbar untuk terus tumbuh sebagai bank daerah yang kompetitif dan berkontribusi nyata terhadap kemajuan perekonomian Kalimantan Barat. **












Discussion about this post