ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Selasa, Agustus 25, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Terancam Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Dievakuasi

Matrabisnis by Matrabisnis
25 Agustus 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
Induk orangutan dan dua anaknya dievakuasi BKSDA Kalbar dari kebun warga di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Ketapang karena terancam meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memengaruhi habitat dan jalur pergerakan orangutan. (ist)

Induk orangutan dan dua anaknya dievakuasi BKSDA Kalbar dari kebun warga di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Ketapang karena terancam meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memengaruhi habitat dan jalur pergerakan orangutan. (ist)

ADVERTISEMENT

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar)  Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), dan masyarakat berhasil melakukan evakuasi induk dan dua anak orangutan dari area perkebunan masyarakat di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Jumat 21 Agustus 2026.

Evakuasi dilakukan menyusul meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah memengaruhi habitat dan jalur pergerakan orangutan di wilayah tersebut. Tiga individu orangutan ini terdiri dari induk dan dua anak, satu bayi dan satu individu remaja. Ketiganya kemudian diberi nama Mama Yuni, Yuni, dan Pura.

READ ALSO

DJP Kalbar Integrasikan Edukasi Pajak ke Kurikulum Pelajaran

Nasabah Bank Kalbar Raih Hadiah senilai Rp 500 Juta

Evakuasi dilakukan setelah orangutan tersebut mendekati pemukiman warga dan terjebak karena areal jelajah mereka dan konektivitas ke hutan hancur terbakar.  Ketiga orangutan ini telah terpantau berada di kawasan perkebunan masyarakat desa Tanjungpura sejak awal 2026.

Selama kurun tersebut, tim Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI secara aktif melakukan pemantauan keberadaan orangutan yang mempunya potensi interaksi negatif di berbagai wilayah di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, termasuk di Tanjungpura.

Walaupun hutan di daerah tersebut telah terfragmentasi oleh perkebunan masyarakat, mereka masih bisa bertahan hidup di kawasan hutan yang tersisa. Namun, kebakaran besar pada Juli dan Agustus 2026 menghanguskan fragmen hutan yang menjadi satu-satunya jalur pergerakan mereka dan menghilangkan area pergerakan sekaligus pakan yang tersedia.

Upaya penyelamatan dan evakuasi induk dan dua anak orangutan dari kebun warga di Muara Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat. (ist)

Akibatnya, orangutan terjebak di kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan permukiman masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan dan asesmen lapangan, BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI kemudian memutuskan untuk melakukan evakuasi terhadap orangutan yang berada dalam kondisi terancam, mengingat juga bahwa titik api masih ada di beberapa wilayah di desa ini dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, mengatakan bahwa berulangnya kasus penyelamatan orangutan ini menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan perubahan tutupan lahan bukan lagi sekadar ancaman sesaat, melainkan tekanan jangka panjang terhadap keberlangsungan habitat orangutan.

“Kasus yang kembali terjadi di wilayah ini menunjukkan bahwa persoalan kebakaran dan perubahan tutupan lahan belum selesai. Ketika hutan terbakar dan koridor pergerakan terputus, orangutan kehilangan ruang untuk mencari makan, berlindung, dan berpindah. Pada akhirnya, mereka terdorong masuk ke kebun dan semakin dekat dengan permukiman manusia,” ujar Silverius Oscar Unggul.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya membahayakan orangutan, tetapi juga meningkatkan risiko konflik dengan masyarakat. Karena itu, penyelamatan satwa yang terdampak harus diikuti dengan upaya yang lebih serius untuk mencegah kerusakan habitat dan kebakaran kembali terjadi.

“Kalau kita hanya menyelamatkan orangutan ketika mereka sudah terjebak di kebun, kita sebenarnya sedang menangani akibat, bukan akar persoalan. Yang harus kita cegah adalah hilangnya habitat dan terputusnya koridor yang membuat orangutan tidak lagi memiliki ruang aman untuk hidup. Perlindungan orangutan pada akhirnya juga berarti melindungi masyarakat dari konflik dengan satwa liar,” tegasnya.

Page 1 of 2
12Next
Tags: ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar)evakuasi tiga individu orangutaninduk dan dua anakkawasan TANAGUPA.Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria PaneKepala Balai Taman Nasional Gunung Palung Prawono MeruantoKetua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hingga Juni, Pembiayaan Pindar di Sektor UMKM Rp35,12 Triliun

Related Posts

DJP Kalbar Integrasikan Edukasi Pajak ke Kurikulum Pelajaran
News

DJP Kalbar Integrasikan Edukasi Pajak ke Kurikulum Pelajaran

25 Agustus 2026
Nasabah Bank Kalbar Raih Hadiah senilai Rp 500 Juta
News

Nasabah Bank Kalbar Raih Hadiah senilai Rp 500 Juta

23 Agustus 2026
Asmo Kalbar bersama HWBC Gelar Convoy Merdeka 2026 Jelajahi 8 Destinasi Bersejarah
News

Asmo Kalbar bersama HWBC Gelar Convoy Merdeka 2026 Jelajahi 8 Destinasi Bersejarah

22 Agustus 2026
Pegadaian Peduli Pendidikan, Bekali 580 Mahasiswa Untan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan
News

Pegadaian Peduli Pendidikan, Bekali 580 Mahasiswa Untan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan

21 Agustus 2026
OJK Lantik Deputi Komisioner Baru
News

OJK Lantik Deputi Komisioner Baru

21 Agustus 2026
DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal
News

DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal

20 Agustus 2026

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Terancam Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Dievakuasi
  • Hingga Juni, Pembiayaan Pindar di Sektor UMKM Rp35,12 Triliun
  • 81 Miles for Indonesia, XLSMART Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi
  • SMARTFREN Perluas Unlimited 5G secara Nasional
  • DJP Kalbar Integrasikan Edukasi Pajak ke Kurikulum Pelajaran

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.