Saichudin menyampaikan, bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen strategis dalam melihat Indonesia secara lebih utuh. Dari aktivitas perdagangan, industri, pertanian, jasa ekonomi kreatif hingga berbagai kegiatan usaha berbasis digital di seluruh Tanah Air.
Semua dinamika tersebut, membutuhkan pemetaan, agar potensi ekonomi dapat dikembangkan secara optimal. Peta ekonomi yang lengkap akan membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Semua usaha kita data, dari usaha besar, UMKMÂ hingga usaha rumah tangga, semuanya kita rinci, jumlahnya berapa, omsetnya berapa. Data-data inilah yang menjadi gambaran perekonomian daerah kita,” kata Saichudin.
Dia berharap, seluruh masyarakat bisa menerima petugas Sensus Ekonomi. Karena kalau Anda tidak memberikan data yang benar dan jujur, ekonomi Kalbar tidak akan tercermin kondisi riil yang sebenarnya.
“Data yang terkumpul tetap dijaga kerahasiaannya. Ini hanya untuk kepentingan statistik. Kapan lagi kita berkontribusi untuk daerah, agar dapat lebih maju dan mempunyai daya saing lebih. Sekaranglah saatnya, hanya dengan memberikan data yang sebenar-benarnya, masyarakat sudah turut menyumbang bagi kemajuan daerah. Kita harus memahami, bahwa pendataan ini penting bagi pembangunan ekonomi ke depan,” tegas Saichudin.
Hasil akhir sensus diproyeksikan memberi gambaran utuh mengenai karakteristik dan peta kekuatan ekonomi daerah. Karenanya, partisipasi aktif pelaku usaha sangat krusial.
Saat ini petugas sensus berburu dengan waktu untuk mengejar target pendataan hingga akhir Agustus. Sejak awal, petugas bekerja tanpa libur. Sabtu Minggu tetap ada di lapangan untuk mendata hingga malam hari melakukan penghitungan.
“Kalau bisa sih, pada perayaan 17 Agustus nanti, kita sudah merdeka benar. Artinya, semua pendataan sudah klir. Sudah terdata semua sesuai target, sehingga tidak lagi mikirin data-data lagi,” ujar Saichudin tertawa.**












Discussion about this post