Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kalimantan Barat (Kalbar) mencatatkan perkembangan yang signifikan hingga Juni 2026. Saat ini telah terbentuk sebanyak 2.156 koperasi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota dengan mencatatkan volume transaksi sebanyak 91.375 transaksi dan total nilai transaksi mencapai Rp400.736.431.
Di sisi lain, dukungan terhadap penguatan usaha rakyat dan pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat, turut diakselerasi melalui penyaluran kredit program.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono dalam konferensi pers APBN Kalimantan Barat edisi September 2026 secara daring, Kamis, 24 September 2026 mengungkapkan, hingga 31 Agustus 2026, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Produktif di Kalimantan Barat telah terealisasi sebesar Rp3,55 triliun untuk 44.514 debitur, atau mencapai 79,21persen dari total plafon tahun 2026.
“Skema Kecil menjadi penopang terbesar penyaluran KUR dengan nilai Rp2,22 triliun bagi 39.164 debitur,” katanya.
Secara kewilayahan, Kabupaten Ketapang mencatatkan penyaluran tertinggi sebesar Rp407,02 miliar (4.844 debitur), disusul Kabupaten Sambas sebesar Rp404,30 miliar (5.538 debitur), dan Kabupaten Kubu Raya sebesar Rp386,98 miliar (5.378 debitur).
Di sektor perumahan, penyaluran KUR Kredit Program Perumahan (KUR KPP) terealisasi sebesar Rp401,50 miliar kepada 668 debitur, dengan Kota Pontianak sebagai wilayah penerima terbesar mencapai Rp134,39 miliar (159 debitur) dan Bank BNI sebagai lembaga penyalur tertinggi sebesar Rp115,86 miliar (55 debitur).
Sementara itu, pemberdayaan ekonomi level mikro melalui Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) berhasil menyalurkan anggaran sebesar Rp87,92 miliar bagi 15.369 debitur. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi pendorong utama penyaluran UMi sebesar Rp80,99 miliar (14.735 debitur), di mana Kota Pontianak mencatatkan realisasi tertinggi mencapai Rp11,97 miliar bagi 2.196 debitur.
Selain dukungan permodalan usaha, penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus diperkuat melalui penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).









Discussion about this post