Kinerja GoTo Grup
- Laba bersih Rp252 miliar pada kuartal ke dua. Ini adalah dua kuartal berturut-turut GoTo mencatat laba, didorong pertumbuhan pendapatan dan upaya untuk tetap disiplin dalam menjaga beban.
- Pendapatan bersih naik 31 persen (yoy) menjadi Rp5,7 triliun.
- EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat 137 persen (yoy), melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.
- Pengguna bertransaksi tahunan (ATUs)9 tumbuh 19 persen (yoy) menjadi 71 juta.
- GTV inti tumbuh 83 persen (yoy) menjadi Rp164 triliun.
- Pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh tetap Rp3,2-3,4 triliun
○ Pedoman kinerja Fintech ditingkatkan menjadi Rp1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun.
○ Pedoman kinerja ODS diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp1,7-1,8 triliun, menyusul batasan komisi GoRide 8 persen.
○ Hal ini mencerminkan kekuatan ekosistem yang saling menopang
- Perseroan juga mengumumkan rencana untuk membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau setara dengan kurang lebih 2,7 persen dari total saham beredar.
Dalam melakukan pembatalan saham tresuri, Perseroan akan mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan meminta persetujuan dari para pemegang saham.
Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut, termasuk pengumuman dan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.
Kinerja On-demand Services (Gojek)
- EBITDA yang disesuaikan4 sebesar Rp464 miliar, meningkat 41 persen (yoy) didorong oleh pendapatan bersih sebesar Rp3,6 triliun.
- Jumlah pesanan yang sudah selesai11 tumbuh sebesar 3 persen (yoy) dan 8persen (qtq) , sementara GTV2,7 naik lebih lambat sebesar 2 persen (yoy) menjadi Rp16,7 triliun. Perseroan lebih memprioritaskan peningkatan margin, menjelang berlakunya aturan komisi 8 persen yang baru.
- Kinerja di segmen Delivery tetap kuat dengan peningkatan margin menjadi 2,1 persen dari 1,8 persen di tahun sebelumnya. Sementara itu di segmen Mobility, margin meningkat menjadi 5,0 persen dari 3,0 persen di tahun sebelumnya.
- Pelanggan affluent menjadi pendorong utama kinerja, didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dengan tingkat pengeluaran sangat tinggi sebesar 21 persen dibanding tahun lalu.
- Investasi pada mass market mulai menunjukkan hasil dan dengan adanya penerapan komisi 8 persen, kami akan mengalihkan fokus ke produk yang terjangkau dan sering digunakan.
Kinerja Fintech (GoPay)
- EBITDA yang disesuaikan naik 447 persen (yoy), mencapai Rp481 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih naik 53 persen (yoy) menjadi lebih dari Rp2,0 triliun.
- Jumlah Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU) mencapai 28,8 juta, naik 29 persen dibandingkan tahun lalu, sementara jumlah transaksi tumbuh 91 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 2,4 miliar, menunjukkan pengguna semakin aktif.
- GTV inti, di luar transaksi merchant payment gateway, naik 91persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp157 triliun.
- User engagement yang semakin tinggi ikut mendorong pertumbuhan pinjaman. Hal ini tercermin dari nilai buku pinjaman yang tumbuh 58 persen dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp11 triliun.
- Kualitas pinjaman tetap terjaga, dengan tingkat tunggakan dan rasio NPL yang stabil.
Pedoman Kinerja 2026
GoTo tetap mempertahankan pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Perseroan menaikkan pedoman kinerja Fintech menjadi Rp1,7-1,8 triliun dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun, seiring dengan kinerja bisnis yang terus unggul.
Perseroan juga menurunkan pedoman kinerja On-demand Services menjadi Rp1,4-1,5 triliun dari Rp1,7-1,8 triliun, sebagai dampak dari penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen1.
Pedoman ini mengacu pada perkiraan awal Perseroan yang mengacu pada kondisi saat ini dan masih dapat berubah sewaktu-waktu akibat berbagai risiko termasuk ketatnya persaingan pasar dan inflasi biaya, hingga ketidakpastian ekonomi makro serta variabel lainnya yang berada di luar kendali Perseroan. **










Discussion about this post