Melakukan mitigasi risiko musim kemarau melalui penguatan antisipasi kebakaran hutan dan lahan, operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan, perencanaan pola tanam, penggunaan varietas tahan kemarau, serta pompanisasi sawah tadah hujan.
Kelancaran Distribusi
Mendorong percepatan perbaikan akses jalan dari pelabuhan menuju pusat distribusi, khususnya yang menghubungkan kota-kota IHK.
Memperkuat skema kontinjensi logistik dan pengawasan distribusi BBM agar pasokan ke wilayah hulu tetap lancar selama musim kemarau serta memastikan penyaluran solar bersubsidi bagi nelayan tepat sasaran guna menjaga pasokan aneka ikan.
Komunikasi Efektif
Memperluas publikasi pelaksanaan GPM dan Operasi Pasar kepada masyarakat.

Memastikan informasi terkait pemadaman listrik, distribusi BBM, maupun perkembangan harga pangan disampaikan secara tepat sehingga tidak memicu kepanikan masyarakat.
Meningkatkan edukasi belanja bijak melalui media massa, media sosial, dan berbagai kanal komunikasi publik.
Melanjutkan forum komunikasi lintas instansi untuk memperkuat sinkronisasi data dan mempercepat respons terhadap potensi gejolak harga
Gubernur juga menginstruksikan seluruh TPID agar terus melakukan pemantauan berkala terhadap stok, harga pangan, dan LPG serta memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan pasokan sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi gejolak harga yang lebih luas.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, BUMN, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, TPID Provinsi Kalimantan Barat optimistis mampu menjaga stabilitas inflasi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat. **












Discussion about this post