Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat kembali menorehkan tonggak penting dalam pengembangan sektor logistik dan perdagangan internasional. Pelindo resmi melepas ekspor perdana (maiden voyage) peti kemas menggunakan kapal milik PT Pulau Laut Line di Terminal Kijing yang menandai dimulainya layanan ekspor langsung dari Kalimantan Barat menuju pasar internasional.
Pelayaran perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas logistik, memangkas biaya distribusi, serta meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kalimantan Barat di pasar global.
Pada maiden voyage tersebut, sejumlah eksportir dari kawasan Pelabuhan Kijing dan Tayan mengirimkan berbagai komoditas unggulan. Dari Pelabuhan Kijing, PT Borneo Alumina Indonesia mengekspor 12 kontainer 20 feet berisi Alumina Hydroxide menuju Pasir Gudang, Malaysia. PT Unicoco Industries Indonesia turut mengirimkan dua kontainer produk olahan kelapa (Dedicated Coconut) ke tujuan yang sama, sementara PT Ferrindo mengekspor 10 kontainer kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok.
Sementara itu, dari kawasan Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan sebanyak 150 kontainer berukuran 20 feet dengan tujuan Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan pelayaran perdana ini merupakan momentum penting dalam meningkatkan pelayanan logistik sekaligus membuka akses ekspor yang lebih efisien bagi para pelaku usaha di Kalimantan Barat.

Menurutnya, kehadiran layanan ekspor langsung melalui Terminal Kijing memberikan banyak keuntungan bagi eksportir. Selain menekan biaya logistik karena lokasi pelabuhan lebih dekat dengan kawasan industri dan gudang, layanan ini juga mempercepat waktu pengiriman barang ke negara tujuan.
“Dengan adanya layanan ini, eksportir tidak lagi bergantung pada pelabuhan di luar Kalimantan Barat. Biaya angkutan darat menjadi lebih efisien, sementara waktu pengiriman juga lebih singkat. Untuk rute Pasir Gudang tersedia layanan direct call, sedangkan komoditas tujuan Tiongkok dapat lebih cepat melalui proses transshipment di Pasir Gudang,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pelindo akan terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran dan para pelaku usaha agar Terminal Kijing semakin berkembang sebagai gerbang ekspor utama Kalimantan Barat.
“Pelayaran perdana ini diharapkan menjadi awal meningkatnya aktivitas ekspor melalui Terminal Kijing. Kami ingin terminal ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing produk unggulan Kalimantan Barat di pasar global, serta mendukung terwujudnya sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif,” tambahnya.
Senada dengan itu, Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyebut ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara Pelindo, pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, eksportir, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan Terminal Kijing.
“Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa Terminal Kijing mulai mendapatkan kepercayaan dari para pelaku usaha. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk peralatan bongkar muat peti kemas, sehingga terminal ini siap memberikan layanan yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing,” katanya.
Menurut Budi, pengembangan Terminal Kijing tidak dapat dilakukan oleh Pelindo sendiri. Optimalisasi terminal membutuhkan ekosistem logistik yang terintegrasi, mulai dari konektivitas jalan, kelancaran arus barang, hingga kolaborasi lintas sektor.
“Kami optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, dan seluruh pelaku usaha, Terminal Kijing akan berkembang menjadi gerbang perdagangan internasional bagi komoditas unggulan Kalimantan Barat sekaligus memperkuat daya saing logistik Indonesia,” ujarnya.









Discussion about this post