Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Pontianak, Capt. Dian Wahdiana, mengatakan bahwa dimulainya layanan peti kemas melengkapi fungsi Terminal Kijing yang kini telah mampu melayani berbagai jenis kegiatan kepelabuhanan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose, hingga peti kemas.
“Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik,” katanya.
Gubernur Kalimantan Barat, H.Ria Norsan, mengapresiasi PT Pelindo atas mulai beroperasinya Terminal Kijing melalui ekspor perdana peti kemas. Menurutnya, kehadiran aktivitas ekspor menggunakan kontainer menjadi tonggak penting karena menandai berfungsinya pelabuhan sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional yang selama ini dinantikan masyarakat.
Ia berharap Terminal Kijing dapat menjadi sentra ekspor-impor Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Ria Norsan juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak terhadap pengembangan Terminal Kijing. Ia meminta pengelola pelabuhan dan perusahaan yang beroperasi untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit dan Kabupaten Mempawah, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan mempercepat proses perizinan serta mendorong masuknya investor baru.
Pada ekspor perdana ini, Terminal Kijing memberangkatkan 180 kontainer berisi aluminium, kelapa, dan minyak kelapa mentah dengan total nilai ekspor mencapai sekitar Rp21,4 miliar.
Untuk mendukung operasional pelabuhan ke depan, Gubernur mengungkapkan pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan akses jalan, termasuk rencana jalan tol Pontianak–Kijing, melalui dukungan pemerintah pusat dan penjajakan kerja sama dengan investor.
“Kita bersyukur Terminal Kijing akhirnya mulai beroperasi dengan ekspor peti kemas. Ini menjadi momentum penting agar pelabuhan ini benar-benar menjadi pusat ekspor dan impor Kalimantan Barat.” Lanjutnya.
Dirinya meminta perusahaan yang beroperasi di sini mengutamakan tenaga kerja masyarakat sekitar. Tujuan pembangunan ini bukan hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Kalbar akan terus mempercepat kemudahan investasi dan mendorong pembangunan akses jalan menuju Terminal Kijing agar aktivitas logistik semakin lancar dan daya saing ekspor Kalimantan Barat terus meningkat,” ujar Ria Norsan.
Dengan dimulainya layanan ekspor langsung ini, Terminal Kijing diharapkan semakin berperan sebagai simpul logistik internasional di Kalimantan Barat.
Kehadiran layanan peti kemas tidak hanya mempercepat arus ekspor, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing industri, memperluas akses pasar global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. **









Discussion about this post