Kepala Klinik Pratama Untan, dr. Eka Ardiani Putri, M.Mkes., MH. mengatakan kegiatan tersebut melibatkan seluruh sumber daya manusia (SDM) dari Klinik Pratama Untan yang berjumlah sekitar 30 orang.
‎”Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari teman-teman dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalbar, IDI Kabupaten Mempawah, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kalbar dan Mempawah. Kemudian teman-teman dari perhimpunan penyakit dalam, penyakit kulit, hingga organisasi MedDoc juga hadir bersama dalam kegiatan di Toho ini,” ujar dr. Eka.
‎Menurutnya, dipilihnya Kecamatan Toho sebagai lokasi bakti sosial bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan salah satu area perkebunan milik Universitas Tanjungpura yang ke depan akan dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
‎”Kami memang sengaja turun lapangan khusus ke Toho karena ini adalah salah satu perkebunan Universitas Tanjungpura yang akan kami kembangkan, terutama untuk kesehatan masyarakat di wilayah Toho. Jadi kami membuat dua kegiatan, yaitu edukasi kesehatan dan juga pelayanan kesehatan,” katanya.
‎Dokter Eka menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini baru dilaksanakan selama satu hari. Namun, pihaknya membuka peluang untuk melakukan tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
‎”Kalau memang nanti ada yang perlu dirujuk, kita lihat dulu tingkatannya. Apakah cukup dirujuk ke pusat layanan kesehatan di Toho, kemudian ke Mempawah, atau jika memang membutuhkan penanganan lebih serius akan dirujuk ke Pontianak, khususnya ke Rumah Sakit Universitas Tanjungpura,” tambahnya.
‎Pada kesempatan tersebut, Direktur Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, dr. Mira Delima Asikin, MMR., Sp.PD, FINASIM., menambahkan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDPI) Cabang Kalimantan Barat menemukan banyak warga di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, menderita hipertensi saat melaksanakan pemeriksaan.
‎Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sejumlah warga yang diperiksa mengalami hipertensi grade 2 yang membutuhkan penanganan dan pengawasan kesehatan secara berkelanjutan.
‎‎”Memang rata-rata masyarakat yang kami periksa menderita hipertensi. Ada yang grade 1 dan ada juga yang grade 2. Beberapa yang kami periksa bahkan sudah masuk hipertensi grade 2,” ungkapnya.**










Discussion about this post