Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan empat materi utama yang menjadi dasar pengembangan usaha. Materi pertama membahas Resource and Market Mapping atau pemetaan sumber daya dan pasar sebagai langkah awal mengubah potensi yang ada di sekitar menjadi peluang usaha. Selanjutnya peserta belajar menentukan produk yang tepat dengan mempertimbangkan kemudahan produksi dan peluang pasar.
Materi lainnya membahas proses produksi dan penentuan harga jual, serta strategi menentukan pasar yang sesuai dengan karakteristik produk. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital dan marketplace sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran.
Melalui sesi diskusi, peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Salah satu peserta, Sul, yang mengolah ubi menjadi produk pangan, mengaku memperoleh pengetahuan baru terkait teknik pengolahan bahan baku.
“Saya biasa membuat olahan ubi, tetapi warnanya sering menjadi gelap. Dari diskusi ini saya mendapat saran untuk mengukus sebentar saja dan menambahkan jeruk atau lemon agar warnanya tetap terjaga dan tidak berubah,” ungkapnya.
Selain penguatan kapasitas produksi, peserta juga diajak melihat peluang pemasaran digital yang dapat memperluas jangkauan konsumen. Dalam sesi materi disampaikan bahwa pelaku usaha yang sebelumnya hanya menjual produk di lingkungan sekitar rumah kini dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital seperti marketplace.
“Dulu kita hanya bisa menjual di sekitar rumah. Ketika produk dipasarkan melalui marketplace seperti Tokopedia atau TikTok Shop, pembelinya bukan hanya dari sekitar rumah, tetapi bisa datang dari berbagai daerah,” tutup pemateri.
Melalui Workshop Gesit Maju Digital, Gemawan dan Think.Women berharap semakin banyak perempuan di Kalimantan Barat yang mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, memanfaatkan teknologi digital, serta menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi pembangunan ekonomi masyarakat.**












Discussion about this post