“Kami optimistis kehadiran layanan peti kemas ini akan memberikan alternatif logistik yang lebih efektif bagi pelaku usaha. Ke depan, Terminal Kijing diharapkan menjadi hub logistik utama yang melayani kebutuhan industri, perdagangan, dan ekspor-impor di Kalimantan Barat maupun kawasan sekitarnya,” katanya.
Ia menambahkan, Pelindo juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Terminal Kijing sebagai gerbang perdagangan internasional Kalimantan Barat.
Terminal Kijing sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang resmi beroperasi sejak 9 Agustus 2022. Pelabuhan ini memiliki fasilitas dan peralatan lengkap untuk melayani berbagai jenis kapal sesuai dengan kemasannya yakni peti kemas, curah kering, curah cair, dan multipurpose dengan kapasitas kapal hingga 100.000 DWT.
Kinerja Terminal Kijing juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah kunjungan kapal mencapai 404 unit atau meningkat 28,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara arus curah kering naik 96,3 persen menjadi 1,57 juta ton dan arus curah cair meningkat 80,8 persen menjadi 1,07 juta ton.
Selain itu, hingga saat ini Terminal Kijing telah dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung layanan peti kemas, seperti Harbour Mobile Crane, Reach Stacker, Head Truck, Chassis 45 Feet, hingga Quay Container Crane (QCC) yang telah tiba di Terminal Kijing pada Mei 2026.
Dengan dimulainya layanan peti kemas, Terminal Kijing diharapkan semakin memperkuat konektivitas logistik nasional dan internasional serta menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. **









Discussion about this post