Upaya meningkatkan literasi data di kalangan mahasiswa terus diperkuat melalui kegiatan Edukasi Statistik Literasi Data Series 3 yang digelar di Gedung Konferensi Ruang Teater 1 Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini diikuti 219 peserta dari berbagai program studi di lingkungan kampus.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pojok Statistik Universitas Tanjungpura, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, serta UPA Perpustakaan Untan. Pada pelaksanaan Series 3, kegiatan juga menggandeng Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untan.
Rangkaian acara berlangsung sistematis, mulai dari registrasi peserta, pembukaan, pemaparan materi oleh narasumber, sesi pelatihan analisis data, hingga penutupan.
Koordinator Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Untan, Yanto, SE., M.Sc., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguasaan analisis data dalam penelitian ekonomi modern. Menurutnya, kemampuan mengolah data dan memahami metode statistik menjadi kunci dalam menghasilkan riset yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya memahami teori. Mereka harus mampu membaca data, mengolahnya, dan menarik kesimpulan yang tepat. Ini menjadi bekal penting dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala UPA Perpustakaan Untan, Abdullah Imam, S.Sos. Ia menekankan bahwa literasi data merupakan bagian tak terpisahkan dari literasi akademik di perguruan tinggi.
“Perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar tempat mencari referensi, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk meningkatkan kemampuan literasi data. Kami ingin mahasiswa terbiasa menggunakan data dalam setiap karya ilmiahnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan dua materi utama dari praktisi dan akademisi. Materi pertama disampaikan oleh Martini Pratiwi, S.ST., Statistisi Ahli Muda BPS Kalbar, yang memaparkan pemanfaatan data statistik resmi untuk analisis ekonomi.
Dalam sesi wawancara, Martini menekankan pentingnya pemanfaatan data resmi dari BPS sebagai sumber utama dalam penelitian.

















Discussion about this post