“Data yang kami sediakan di BPS itu terbuka dan bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Mulai dari inflasi, NTP, hingga ekspor-impor, semuanya bisa digunakan untuk melihat kondisi ekonomi secara lebih objektif dan terukur,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan time series sangat membantu dalam membaca tren pembangunan dari waktu ke waktu.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Hendra Perdana, S.Si., M.Sc., MOS., dosen Statistika FMIPA Untan, yang memberikan pelatihan analisis regresi data panel menggunakan perangkat lunak EViews dan RStudio.
Menurut Hendra, pemahaman terhadap metode analisis data yang tepat akan sangat menentukan kualitas penelitian mahasiswa.
“Dengan data panel, mahasiswa bisa melihat hubungan variabel tidak hanya dalam satu waktu, tetapi juga antar waktu dan antar objek. Ini membuat analisis menjadi lebih kaya dan mendalam,” jelasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak takut mencoba perangkat lunak statistik. “Sekarang banyak tools yang bisa digunakan seperti EViews dan RStudio. Kuncinya adalah kemauan untuk belajar dan berlatih secara konsisten,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan praktik langsung, sehingga peserta dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh secara interaktif.
Melalui program ini, Pojok Statistik Untan berharap mahasiswa semakin mampu memanfaatkan data statistik resmi dalam penelitian akademik. Dengan demikian, hasil analisis yang dihasilkan menjadi lebih akurat, berbasis bukti, dan relevan dalam mendukung perumusan kebijakan serta pembangunan daerah.
Edukasi Statistik Literasi Data sendiri merupakan program berkelanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi statistik mahasiswa sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga statistik nasional.**

















Discussion about this post